Thursday, April 11, 2024
HomeDAERAHSAMARINDABantah Pelarangan Pengumuman Hasil Seleksi Anggota KPID Kaltim, Seno Aji: Kita tidak...

Bantah Pelarangan Pengumuman Hasil Seleksi Anggota KPID Kaltim, Seno Aji: Kita tidak Mengintervensi Apapun

DEADLINE.CO.ID, SAMARINDA- Komisi I DPRD Kaltim menggelar jumpa pers terkait hasil keputusan seleksi anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kaltim, yang dilaksanakan pada Senin 20 Desember 2021 di ruang Komisi I DPRD Kaltim lantai 3.

Jumpa pers juga dihadiri oleh sejumlah anggota Komisi I dan dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Kaltim Jahidin Siruntu.

“Hari ini, tidak mesti melalui pengumuman DPRD yang sah. Termasuk hari ini saya menganggap bahwa itu sudah pengumuman,” kata Jahidin Siruntu.

Dikatakan, 2 oknum unsur pimpinan DPRD Kaltim melarang untuk diumumkan hasil seleksi anggota KPID Kaltim yang disepakati oleh seluruh anggota Komisi I dan menganggap hasil keputusan tersebut tidak sah.

“Kenapa? Karena titipan tidak diakomodir oleh Komisi I. Dari 21 calon Komisioner, juru kunci nomor urut 21 dan 10 dipaksakan untuk dimasukkan ke 7 besar. Sehingga kalau kami lakukan, artinya pelanggaran berjamaah. Itu mencoreng dan merusak nama baik lembaga yang merupakan kebanggaan rakyat Kaltim,” bebernya dalam jumpa pers.

Menanggapi tudingan demikian, Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji dengan tegas membatah adanya intervensi maupun pelarangan pengumuman hasil seleksi anggota KPID Kaltim periode 2021-2024 di website DPRD Kaltim.

“Kita tidak ada intervensi apapun. Sesuai SK, prosesnya diserahkan kepada komisi I. Kemudian dilaporkan ke pimpinan, lalu publikasi,” bebernya.

“Kalau sudah dilaporkan, silahkan diumumkan. Tidak ada yang melarang Humas untuk mempublikasikan,” tambahnya.

Menurut Seno Aji, pihaknya belum menerima surat hasil keputusan seleksi anggota KPID Kaltim periode 2021-2024.

“Kita masih menunggu laporan dari mereka, karena hingga sekarang belum ada pelaporan,” katanya.

Terlepas dari dinamika tersebut Seno Aji menyampaikan bahwa dinamika tersebut adalah hal yang biasa dalam dunia politik.

“Namanya dinamika politik, biasa saja. Terpenting, orang-orang terbaik yang bisa masuk ke lingkungan itu. Kalau saya, silahkan Komisi I melakukan seleksi yang terbaik yang akan duduk di KPID. Tidak ada intervensi, asal prosesnya sesuai,” pungkasnya.

Penulis: Erick

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments