Tuesday, March 5, 2024
HomeADVERTOTIALDPRD KALTIMFasilitasi Keluhan Para Buruh, DPRD Kaltim Akan Buat Raperda Kesejahteraan Buruh

Fasilitasi Keluhan Para Buruh, DPRD Kaltim Akan Buat Raperda Kesejahteraan Buruh

DEADLINE.CO.ID, SAMARINDA – Komisi Gabungan DPRD Kalimantan Timur mengadakan rapat dengar pendapat (RDP) terkait penegakkan hukum ketenagakerjaan bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi serta Serikat Buruh Borneo Indonesia, Senin 1 Agustus 2022 lalu.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Anggota Komisi I DPRD Kaltim Marthinus saat dihubungi melalui sambungan seluler.

Martinus menuturkan bahwa RDP di hari ini dilakukan lantaran adanya keluhan para pekerja dan buruh yang menuntut hak-hak mereka.

“Keluhannya mereka (masyarakat) bermacam-macam, misalnya permasalahan gaji lembur kemudian hak-hak mereka yang ada di perusahaan. Namun saat mereka ingin bersuara ketika mereka bersuara malah jadi korban
PHK,” ungkap Martinus. Senin 8 Agustus 2022.

Martinus juga menambahkan bahwa para buruh juga mengeluh terkait sejumlah laporan yang tidak diproses secara baik dan benar selama 9 bulan oleh dinas terkait.

“Kan secara aturan maksimal 30 hari laporan oleh dinas terkait itu sudah selesai. Jadi kita fasilitasi pertemuan antara Disnakertrans
Provinsi dan Serikat Buruh Borneo Indonesia,” ucap Martinus.

Tak hanya itu, banyaknya keluhan dari para buruh tersebut, politisi dari fraksi PDI Perjuangan itu menambahkan bahwa DPRD Kaltim berinisiatif untuk membuat Raperda tentang Pemenuhan Hak Pekerja, Buruh dan Lokal Kaltim. Dan didalam Raperda itu akan diatur sejumlah pasal yang mengacu pada semua permasalahan tenaga kerja di Benua Etam.

Pun demikian, pihaknya masih akan melakukan hearing secara detail pada tanggal 10 Agustus 2022 untuk memerima aspirasi tambahan.

“Langkah selanjutnya bersama Serikat Buruh Borneo Indonesia, kita akan ke Kementerian di Jakarta pada bulan depan minggu kedua,” bebernya.

“Selama Pak Rusman Ya’qub menjadi Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kaltim, kami harus ketemu dengan mitra dulu, lalu memberikan gagasan dan konsep. Setelah itu baru bisa membuat pansus,” pungkasnya.

Penulis: Riski

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments