Saturday, July 20, 2024
HomeADVERTOTIALDISKOMINFO KALTIMKaltim Usulkan Pembangunan Kereta Api di Kalimantan

Kaltim Usulkan Pembangunan Kereta Api di Kalimantan

DEADLINE.CO.ID, SAMARINDA – Ibu Kota Negara (IKN) baru akhirnya telah ditetapkan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tepatnya di kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kendati itu, masih banyak hal yang harus diantisipasi setelah pemindahan pusat pemerintahan Indonesia itu nantinya. Pasalnya akan ada jutaan migrasi penduduk baik yang secara langsung  dimobilisasi oleh pemerintah seperti untuk ASN dan TNI Polri, juga dipastikan penduduk Kaltim akan terus bertambah dari berbagai wilayah di Indonesia. Seperti kata pepatah, “ada gula ada semut”.

Guna mengantisipasi jumlah penduduk dalam beberapa tahun mendatang, Pemerintah Provinsi Kaltim mengusulkan sejumlah program  kepada pemerintah pusat.
Usulan yakni, mendapat dukungan seluruh provinsi yang akan menjadi tetangga ibu kota negara yang baru.

“Usulan kami meliputi pengembangan food estate berbasis korporasi petani untuk pemenuhan produk-produk hasil tanaman pangan di wilayah Pulau Kalimantan yang diyakini dapat mendukung kebutuhan pangan di IKN,” Ungkap Gubernur Kaltim, Isran Noor dalam agenda Musrembang Regional se-Kalimantan. Kamis 19 Mei 2022.

Lebih lanjut, Isran menambahkan usulan lainnya adalah memperkuat cadangan panganmelalui pengembangan lumbungpangan di luar Jawa.

“Mendukung itu, Kaltim menyiapkan lahan dan pupuk serta benih. Pusat yang membantu alokasi dana dan pembangunan infrastrukturnya,” ucap Isran.

“Bukan hanya soal pangan, Kaltim juga  mengusulkan penyederhanaan regulasi investasi di sektor industri, perdagangan, jasa, dan pariwisata,” sambungnya.

Kemudian, Isran menjelaskan pengembangan optimalisasi kawasan ekonomi khusus di wilayah Kalimantan, terutama KEK Maloy. Sehingga dapat memaksimalkan kegiatan industri, ekspor, impor dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Usulan Kaltim, pelaksanaan KEK Maloy bisa dilaksanakan.

“Tak hanya program itu saja, dukungan pembangunan infrastruktur dari pusat juga diperlukan dalam menunjang IKN adalah penyelesaian Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan-PPU semakin mudah, khususnya akses ke IKN,” jelasnya.

Selain itu, penanganan ruas jalan nasional yang lama, dari Samarinda-Balikpapan juga bisa didukung. Karena, ketika ada jalan tol, jalan tersebut kurang terpelihara.

Bahkan, infrastruktur jalan dari Lempake Samarinda, Sambera, Marangkayu, Santan Bontang. Kemudian, Tenggarong, Barong Tongkok, Mentiwai, Ujoh Bilang, Long Bangun dan Long Pahangai menjadi usulan Kaltim.

“Termasuk BTS se-Kalimantan juga kita usulkan dapat terkoneksi secara menyeluruh. Sehingga turut mendukung pengembangan komunikasi seluruh daerah. Khususnya memenuhi kebutuhan di Paser, Mahulu dan Berau yang merupakan wilayah 3T,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kaltim HM Aswin menjelaskan, karena IKN sudah ditetapkan di Kaltim. Maka, Pemprov juga mengusulkan sarana prasarana kereta api yang dapat terkoneksi ke seluruh Kalimantan.

“Itu yang juga menjadi usulan kita, agar menjadi prioritas nasional. Sedangkan mendukung pelaksanaan tersebut, Kaltim sudah menyiapkan kajian feasibility study (FS), Amdal dan DED.  semoga pusat dapat menyetujui,” tandas Aswin.

Penulis: Apris

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments