Monday, December 5, 2022
HomeADVERTOTIALDPRD KALTIMKomisi III DPRD Kaltim Nilai Faktor Lamban Lelang Proyek Disebabkan Adanya Perubahan...

Komisi III DPRD Kaltim Nilai Faktor Lamban Lelang Proyek Disebabkan Adanya Perubahan Regulasi

DEADLINE.CO.ID, SAMARINDA- Anggota Komisi III DPRD Kaltim H Baba mengatakan, lambannya lelang-lelang proyek pembangunan di Kaltim terjadi karena adanya perubahan regulasi.

“Lambatnya lelang itu sekarang terjadi karena aturan mekanisme baru yang ada, sehingga terjadi kelambatan, mungkin juga kesiapan dokumentasinya,” ujarnya ditemui beberapa waktu lalu.

Dirinya juga menipis kabar, adanya faktor kesengajaan pihak-pihak tertentu untuk memperlambat proses lelang, sehingga memperbesar Silpa.

“Kalau itu ada rencana sengaja, tentu tidak. Karena aturan kemarin yang berubah, jadi transisi, itu yang membuat keterlambatan,” katanya.

Kendati demikian, diakui oleh Politisi dari partai PDIP ini, untuk beberapa proyek terkesan ada dipaksakan lelangnya. Padahal, waktu yang tersisa sangat mepet mendekati akhir tahun. Yang dimana, dia menilai, secara logika proyek tersebut tidak mungkin diselesaikan sesuai kontrak.

Diantara proyek pembangunan tersebut adalah pembangunan RSUD Korpri Kaltim. Yang jika melihat dari kontrak kerja, mulai dari tahap awal pembangunan hingga selesai hanya ditarget sekitar tiga bulan. Tentu kondisi ini, kata H Baba sangat tidak rasional dan sangat dipaksakan.

“Memang kadang-kadang sudah tahu ini tiga bulan tidak akan selesai, tapi dipaksakan dilelang untuk dilaksanakan. Seperti RS Korpri, kalau kita berhitung secara waktu tidak akan cukup. Cuma, kalau itu disilpakan lagi, tentu akan jadi catatan bagi kita. Cuma mau tidak mau diselesaikan,” ujarnya.

Namun untuk kelanjutan proyek pembangunan RSUD Korpri Kaltim ini, H Baba menyebut pihaknya belum mengetahui kapan Dinas PUPR Kaltim akan kembali melakukan lelang.

“Itu pihak PU, kita belum ikuti,” sebutnya.

Untuk beberapa proyek yang tertunda penyelesaian di tahun 2021 lalu, dirinya berharap dapat diselesaikan di tahun 2022 ini, agar anggaran yang dikucurkan tidak menjadi sia-sia.

“Tentu kalau dalam tahun ini otomatis harus diselesaikan. Dianggarkan lagi, supaya bisa diselesaikan dan fungsi. Apabila tidak dianggarkan, otomatis sia-sia anggaran kita karena tidak difungsikan,” tutupnya.

Penulis: Erick

Komentar Anda
RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments