Sunday, September 24, 2023
HomeOPINIKomunikasi Virtual Beri Kemudahan Masyarakat di Masa Pandemi

Komunikasi Virtual Beri Kemudahan Masyarakat di Masa Pandemi

Oleh: Zaynab Army Sijaya, Arifin Nur Saje, Siregar Lasmaria Melyani *

PANDEMI COVID-19 diyakini telah mengubah pola komunikasi publik. Komunikasi yang biasanya dilakukan tatap muka, karena kebijakan pemerintah terkait social distancing, saat ini harus berganti arah menjadi virtual.

Transformasi metode berkomunikasi seperti ini menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk seluruh lapisan masyarakat di dunia. Pandemi menyebabkan munculnya terobosan baru seperti komunikasi virtual yang sedang berkembang saat ini.

Efek yang terjadi ialah sekarang semua orang berkomunikasi melalui media online sebagai alternatif dari tatap muka, seperti halnya yang terjadi dengan webinar yang saat ini marak terjadi. Komunikasi virtual sendiri menjadi cara baru bagi para pemikir kreatif untuk tetap produktif di tengah pandemi.

Untuk itu, agar komunikasi tetap berlanjut sebagaimana mestinya, setiap individu dituntut untuk dapat menguasai berbagai macam aplikasi virtual untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Melalui tuntutan seperti itu, apalagi dalam kondisi seperti ini yang tentunya tidak bisa diabaikan begitu saja, mau tak mau semua orang baik itu muda maupun tua harus bisa menggunakan media daring dengan baik agar pergeseran yang terjadi ini tidak menjadi distraksi yang menimbulkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, dengan pergeseran ruang publik yang terjadi akibat pandemi COVID-19 jelas sekali terdapat komunikasi antarbudaya yang turut hadir secara tidak langsung.

Dalam suatu ruang publik tertentu yang dikunjungi oleh banyak orang dari kelompok yang berbeda dan kelas sosial yang berbeda, tentunya perbedaan itu melebur menjadi satu dalam ruang publik untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan memecahkan masalah demi kebaikan bersama. Sudah jelas di masa pandemi saat ini, komunikasi antarbudaya marak terjadi.

Contohnya saja seseorang dapat mengemukakan pendapatnya dengan bebas di platform online berdasarkan pengalaman yang ia miliki, yang mungkin juga dipengaruhi oleh budaya di lingkungan dirinya hidup. Kemudian, orang lain juga turut berargumen sesuai dengan pandangan yang ia miliki pula. Hal itu bisa menyebabkan terbukanya komunikasi dari berbagai perspektif.

Berkembangnya teknologi internet dan mobile phone menyebabkan media sosial bertumbuh dengan pesat. Sebagai contoh, dalam sehari-hari kita dapat mengakses Instagram, facebook, twitter dan lain sebagainya bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja dengan menggunakan perangkat canggih seperti handphone, laptop, dan lain sebagainya.

Seperti yang kita lihat, sosial media juga menjadi media tercepat dalam menyebarkan berita. Berbeda dengan televisi dan koran yang harus melalui redaksi dan sebagainya. Dengan sosial media kita tidak perlu lagi menunggu koran datang atau mencari program berita di televisi.

Selain memudahkan berkomunikasi dan mengetahui berita/informasi, media sosial juga kini menjadi sarana bagi para wirausahawan dalam menjalankan bisnisnya.

Media sosial selalu memperbaharui fiturnya dan salah satunya fitur berjualan. Dapat dilihat bahwa dengan adanya fitur ini, menguntungkan para wirausahawan yang mungkin ingin melakukan promosi tanpa harus mengeluarkan budget yang tinggi.

Terjadinya pergeseran ruang publik sebagai jalur berkomunikasi akibat pandemi ini kiranya memberikan efek positif pula. Orang-orang yang dulunya tidak atau kurang mengerti dalam menggunakan media, terutama media online dan media sosial ini, mau tidak mau harus menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini bisa berimbas ke peningkatan literasi media bila diterapkan dengan baik dan bijak. Selain itu, dari perspektif komunikasi antarbudaya. Masyarakat juga semakin terbuka pemikirannya karena ada perspektif lain yang turut mengemukakan pendapat dalam suatu diskusi bersama di ruang publik.

Perubahan komunikasi saat ini memiliki dinamika yang cukup signifikan, seperti yang dapat kita lihat saat ini banyak sekali hal-hal yang mengalami pengadaptasian baru, dari kita yang dahulu sering bertatap muka untuk berkomunikasi dengan cara saling bencengkrama satu sama lain, atau bahkan kegiatan-kegiatan sosial yang dimana kita harus bekerja sama di ruang publik, secara beramai-ramai untuk menyelesaikan sebuah kegiatan yang telah direncanakan.

Kini saat ini semua itu telah mengalami pergeseran yang cukup signifikan dengan menerapkan perubahan baru yang disesuaikan dengan situasi pandemi COVID-19 yang masih menjadi ancaman bagi kita semua saat ini, sehingga yang terjadi adalah komunikasi pun harus mengikuti perubahan zaman yang ada, yang dimana komunikasi saat ini harus melalui media-media online, dengan satu catatan kita sebagai pengguna harus sigap dan ikut serta secara langsung beradaptasi secara tepat dan tepat dalam pengunaannya.

Karena tidak dapat dipungkiri bahwa komunikasi media saat ini menjadi hal yang begitu cepat perubahannya, sehingga setiap pengguna mau tidak mau harus mengikuti perkembangan yang telah tercipta di zaman tekonologi saat ini. Selain itu pula hal ini terjadi di media khalayaki dikarenakan maraknya pembatasan sosial yang terjadi dikarenakan adanya kasus covid-19 yang masih belum bisa teratasi hingga saat ini.

Sehingga percakapan melalui media online pun tidak dapat dijadikan hal yang dianggap sebelah mata, karena setiap elemen tentunya harus terbiasa dengan perubahan ini, disebabkan adanya sebuah keadaan yang memaksakan.

Sehingga setiap pihak individu ataupun kelompok mau tidak mau harus ikut arus dalam perubahannya. Dan seperti yang kita lihat komunikasi melalui media online saat ini semakin marak digunakan, bahkan setiap orang sudah terbiasa menggunakannya seperti zoom, wa, google meet, dan lain sebagainya yang dimana hal itu sudah seperti kebutuhan mereka untuk memenuhi kebutuhannya dalam bidang komunikasi jarak jauh.

Tentunya tak bisa dipungkiri , proses komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan media komunikasi, rentan mengalami distorsi pesan. Sebagai komunikator tentunya harus memiliki kemampuan untuk memahami isi pesan yang akan disampaikan sehingga pemilihan kata tepat dan pesan tersampaikan dengan baik dan akurat. Maka dari itu perlu adanya edukasi mengenai cara beradaptasi dengan komunikasi virtual di tengah pandemi ini baik untuk penerima pesan maupun komunikator.

Dalam hal ini pula kita sebagai orang yang bijak dalam bersosial media hendaknya harus memahami dalam penggunaan komunikasi modern ini, agar tidak terjadi penyalahgunaan sosial media yang dapat menjerumuskan kita kedalam hal sisi negatif pergeseran komunikasi modern, keadaan yang memaksa kita inilah yang harusnya membuat kita hendaknya harus berfikir lebih jauh kedepannya bagaimana penggunaan media sosial ini dalam bidang komunikasi, agar kiranya digunakan dengan bijak penggunaannya.

Agar bukan hanya pengembangan teknologi saja yang selalu maju setiap saatnya namun kita sebagai pengguna harusnya menjadi lebih maju dan lebih bijak dalam penggunaannya sehingga tidak kalah oleh peradaban zaman yang ada, jangan sampai kita yang harusnya bisa memanfaatkan teknologi komunikasi yang semakin canggih sebagai kebutuhan mempersingkat pekerjaan kita malah kedepannya kita yang terbuai oleh teknologi yang semakin canggih ini atau bisa dikatakan “budak teknologi”. Mari kita ubah kata “budak teknologi”. Jadi sebelum hal itu terjadi hendaknya sebagai orang yang bijak dalam pemanfaatan teknologi komunikasi yang semakin canggih ini lebih berfikir lagi kedepannya bagaimanakah pemanfaatan media harus digunakan. Agar tidak terjadi lagi distraksi dalam komunikasi virtual.

* Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi 2020, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Mulawarman

Komentar Anda
RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments