Thursday, December 1, 2022
HomeADVERTOTIALDPRD KALTIMPergub 49/2020 Memiliki Batasan Yang Menghambat, Muhammad Adam: Ada kendala di kami,...

Pergub 49/2020 Memiliki Batasan Yang Menghambat, Muhammad Adam: Ada kendala di kami, ketika kewajiban DPRD menyampaikan Pokir

DEADLINE.CO.ID, SAMARINDA- Anggota DPRD Kaltim Muhammad Adam mengatakan, ada kendala bagi anggota dewan dalam melaksanakan kewajibannya sebagai wakil rakyat untuk memenuhi harapan masyarakatnya di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

Yaitu, Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 49 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemberian, Penyaluran dan Pertanggungjawaban dan Belanja Bantuan Keuangan Pemerintah Daerah. Dimana, dengan adanya Pergub Kaltim tersebut dinilai terlalu memberikan batasan-batasan yang sulit untuk direalisasikan.

“Ada kendala di kami, ketika kewajiban DPRD menyampaikan Pokir (Pokok-pokok Pikiran) saat Reses di Dapil. Ini bukan isu baru, tapi isu lama yang kami suarakan. Kami tidak maksimal menjalankan tugas wakil rakyat, karena Pergub 49 terlalu jauh mengatur Pokir yang harus minimal Rp 2,5 miliar,” sebutnya, saat mengikuti Rapat Pimpinan antara DPRD Kaltim dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Menurut anggota DPRD Kaltim yang juga duduk sebagai Anggota Komisi II ini, aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat biasanya nominal angkanya tidak besar. Namun karena adanya Pergub tersebut, aspirasi tersebut urung dilaksanakan.

“Ketika kita Reses permintaan warga mungkin hanya Rp 70 juta. Saya pelajari Pergub ini, dia terlalu jauh masuk ke wilayah pengadaan barang dan jasa seperti yang diatur di Undang-Undang dan Kepres,” keluhnya.

Untuk itu, Adam berharap pertemuan-pertemuan antara DPRD Kaltim dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim dapat intens dilaksanakan. Untuk membangun kembali komunikasi yang “tersumbat”.

“Kalau bisa kita bertemu sekali sebulan. Semakin sering kita ketemu, bisa semakin lancar komunikasi. Yang tersumbat bisa cair jika sering bertemu,” tutupnya.

Penulis: Erick

Komentar Anda
RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments