Monday, December 5, 2022
HomeADVERTOTIALDPRD KALTIMPerlindungan Dan Pemberdayaan Perempuan Di Kaltim Masih Lemah

Perlindungan Dan Pemberdayaan Perempuan Di Kaltim Masih Lemah

DEADLINE.CO.ID, SAMARINDA- Anggota DPRD Kaltim Fitri Maysaroh menilai perlindungan dan pemberdayaan perempuan masih lemah di Kaltim.

Dikatakannya, ini terlihat dari indikator Indeks Pemberdayaan Perempuan dan Pembangunan Perempuan (IPG) Kaltim berada di peringkat 32 nasional. Padahal kata dia, Kaltim adalah daerah yang maju, bahkan menjadi Ibukota Negara (IKN Nusantara).

Dirinya menilai, ada lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap persoalan tersebut. Sementara, dalam visi dan misi Gubernur-Wakil Gubernur Kaltim menempatkan poin pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) khusunya perempuan, pemuda dan disabilitas di urutan pertama.

“Sungguh ironis, ketika visi misi Gubernur dengan visi pertamanya pemberdayaan SDM, khususnya perempuan, pemuda dan disabilitas. Tapi ternyata 3 tahun berturut-turut, kita bicara indikator, buka pengakuan. Tapi indikator yang diukur belum terwujud, buktinya rangking IPM kita memang bagus di peringkat 3 nasional. Tapi kalau sudah bicara IPG, kita nomor 3 dari bawah, kita rangking 32. Ini fenomena yang kurang dilirik untuk diseriusi,” ujarnya, saat ditemui headlinekaltim.co usai mengikuti rapat Paripurna DPRD Kaltim.

Dikatakan anggota DPRD Kaltim yang duduk di kursi Komisi IV ini, ada sejumlah permasalah yang terjadi saat ini terkait dengan IPG di Kaltim, yakni kurang didukung dengan anggaran yang mencukupi, sehingga pembangunan SDM, khususnya perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas tak berjalan maksimal.

“Kita maunya ini disuport dengan anggaran. Kami mendengar masalahnya karena masalah anggaran. Padahal, bicara pembangunan itu tidak hanya pembangunan fisik, tidak hanya membangun jembatan, gedung. Tapi juga pembangunan SDM, harus dianggarkan secara signifikan,” katanya.

Dirinya berharap, di tahun ke 4 kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Isran -Hadi, ada perubahan yang lebih signifikan untuk perbaikan IPG di Kaltim.

“Kita lihat di tahun ke 4, apakah masih di peringkat 3 bawah, setara dengan Papua dan Papua Barat, Kaltim padahal IKN,” imbuhnya .

Penulis: Erick

Komentar Anda
RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments