Friday, December 2, 2022
HomeDAERAHBERAUSeorang Mucikari di Berau Ditangkap Setelah Melakukan Prostitusi ke Anak Dibawah Umur

Seorang Mucikari di Berau Ditangkap Setelah Melakukan Prostitusi ke Anak Dibawah Umur

DEADLINE.CO.ID, TANJUNG REDEB – Jajaran Polres Berau mengungkapkan kasus Prostitusi di bawah umur yang terjadi pada Selasa, 12 April 2022 Kec. Tanjung Redeb Kab. Berau.

Kapolres Berau, AKBP Anggoro Wicaksono yang didampingi Kasat Reskrim, AKP Ferry dan Kanit PPA, IPDA Wigrha Mustika Rahma, menyampaikan hal tersebut berawal dari informasi dan penyelidikan oleh anggota bahwa ada seorang mucikari yang memanfaatkan anak di bawah umur untuk berhubungan seksual dengan pria hidung belang.

“tersangka yang berinisial IWi (21) sebagai mucikari, yang mencarikan korban di bawah umur untuk diajak berhubungan seksual dengan seseorang lelaki. korban kelahiran tahun 2004 dan masih duduk dibangku sekolah,” bebernya pada senin, 18 April 2022 dikutip dari headlinekaltim.co

Kronologi berawal sekitar pukul 00.00 Wita anggota Opsnal sedang melaksanakan patroli malam sekitar Kec. Tanjung Redeb dan melakukan razia hotel, kemudian sekitar pukul 03.00 Wita, unit Opsnal mendapati sepasang bukan pasutri berada di kamar hotel, lalu pelaku beserta barang bukti diamankan oleh Polres Berau untuk diproses lebih lanjut.

“bayaran sebesar Rp 300.000 yang bersangkutan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 100.000 dan Rp 200.000 untuk si korban,” tuturnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa yang bersangkutan sudah melakukan perbuatan ini berulang kali.

“Dari keterangannya sih baru satu kali, tapi dari hasil penyelidikan kami di lapangan yang bersangkutan sudang berulang kali,” jelasnya.

Diketahui, ada hubungan perkenalan dan korbannya pelajar. Barang bukti berupa uang sebesar Rp 300.000 dan 1 unit HP.

“Untuk korban sementara 1, tapi kita masih melakukan perkembangan lagi yang berkaitan dengan korban-korban sebelumnya yang mungkin pernah ditawarkan oleh yang bersangkutan,” pungkasnya.

Tersangka terancam Pasal 88 UU Jo Pasal Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 10 tahun kurungan penjara.

“Dan ini masih kita dalami, kita akan melakukan pengembangan dan penyelidikan lagi,” tutupnya.

Komentar Anda
RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments