Tuesday, July 23, 2024
HomeADVERTOTIALDPRD KALTIMWakil Ketua DPRD Kaltim Sampaikan Dewan “Gerah” dengan Sikap Gubernur Kaltim Kerap...

Wakil Ketua DPRD Kaltim Sampaikan Dewan “Gerah” dengan Sikap Gubernur Kaltim Kerap Mangkir

DEADLINE.CO.ID, SAMARINDA – Seringnya ketidakhadiran Gubernur Kaltim Isran Noor di setiap agenda penting DPRD Kaltim membuat anggota dewan semakin “gerah”. Bahkan mereka mengancam tidak akan mengesahkan Perda, jika Gubernur terus mengabaikan lembaga DPRD Kaltim.

Salah satu bukti “kegerahan” anggota dewan terjadi pada Rapat Paripurna DPRD Kaltim ke-25 yang dilaksanakan Senin kemarin.

Mereka meminta kepada pimpinan rapat Paripurna untuk tidak melanjutkan agenda pengesahan Perda Pembuatan Jalan Umum dan Jalan Khusus untuk Tambang Batu Bara dan Kelapa Sawit, yang notabene adalah Perda inisiatif dari pihak Eksekutif.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo memahami apa yang dirasakan oleh anggotanya.

“Teman-teman sudah mulai gerah dan kemudian kita baca tatib kembali, bagaimana ini keputusan-keputusan kita mau berjalan? Yang mau melaksanakan ini adalah pemerintah, tentu saja dalam hal ini adalah pak Gubernur. Kalau pak Gubernur hadir, tentu saja langsung mendidik SKPD,” ujarnya ditemui awak media usai menghadiri rapat Paripurna, di gedung D lantai 6 Kantor DPRD Kaltim, Senin kemarin.

Ditanya mengenai komunikasi antara pimpinan DPRD Kaltim dengan Gubernur maupun Wakil Gubernur Kaltim, politisi dari partai PAN ini mengaku, pihaknya selalu intensif berkomunikasi dengan pihak Eksekutif dan tidak pernah mengalami kendala. Namun tentunya, mengenai ketidakhadiran Gubernur di setiap rapat penting DPRD menjadi sorotan seluruh anggota dewan, yang mengira bahwa pihak pimpinan DPRD dinilai kurang komunikatif dengan pihak Eksekutif.

“Kalau komunikasi lancar saja. Cuma ini, kita sebagai pimpinan diprotes lagi oleh anggota bahwa pak Gubernur tidak hadir lagi. Maka terkait itu kita buka lagi tatib dan memang aturannya pak Gubernur harus hadir. Jadi, komunikasi sih jalan saja. Cuma pada saat posisi sekarang pak Gubernur di luar daerah, pak Wagub juga sama. Baru nanti hari Selasa atau Rabu pak Wagub juga pulang. Artinya betul saja kalau teman-teman minta penundaan, tidak apa-apa, sudah hal yang biasa,” terangnya.

Terkait penyampaian jadwal kegiatan-kegiatan penting DPRD Kaltim kepada Pemprov Kaltim, dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, apakah terjadi miskomunikasi untuk menyamakan agenda atau adanya ketidaksinkronan jadwal, diakui Sigit memang itu yang terjadi. Ditambah dengan padatnya agenda kegiatan yang dilaksanakan Gubernur dan Wakil Gubernur di luar daerah.

“Ya, tidak singkron jadwal dan memang ada urusan yang lain, karena kan banyak mengurusi yang lain juga, apalagi IKN,” akunya.

Kendati demikian, Sigit menegaskan bahwa seluruh agenda penting DPRD Kaltim bersifat penting bagi DPRD Kaltim dan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim.

“Ya urgent lah mestinya,” tegasnya.

Ke depan, lanjut Sigit, pihaknya akan kembali menyampaikan kepada pihak Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim terkait aspirasi yang disampaikan oleh seluruh anggota dewan, termasuk menjadwal ulang rapat Paripurna.

“Tentunya pimpinan akan menyampaikan ke pihak Eksekutif, pak Gubernur tentu saja. Sesuai aspirasi dan tatib kita dan nanti pimpinan akan berkomunikasi lagu dengan pak Gubernur, menjadwalkan beliau bisanya kapan dan kita Paripurna lagi, ” tutupnya.

Penulis: Erick

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments