Deadline – Tenggelam saat live TikTok menjadi peristiwa tragis yang menimpa seorang remaja di Sumatera Barat. Ahmad Frenzi (17), pelajar SMA, meninggal dunia setelah tenggelam di embung irigasi Jorong Lasuang Batu, Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Jumat (27/3/2026) sore.
AHMAD FRENZI TEWAS diduga saat sedang melakukan siaran langsung melalui aplikasi TikTok. Dalam video yang beredar, korban terlihat berada di lokasi embung bersama temannya sebelum akhirnya tenggelam. Upaya pertolongan sempat dilakukan oleh teman korban, namun tidak berhasil karena kondisi air yang cukup dalam.
KESAKSIAN WARGA mengungkap kejadian ini sempat disaksikan secara langsung melalui siaran TikTok. Wahyu (30), warga setempat, mengaku melihat siaran tersebut saat sedang berada di rumah.
“Saya sedang scroll TikTok, lalu muncul siaran langsung itu. Awalnya saya kira hanya bercanda, tapi tiba-tiba terjadi kepanikan dan siaran terhenti,” ujar Wahyu, Sabtu (28/3/2026).
Wahyu yang terkejut karena lokasi kejadian dekat dari rumahnya, langsung mengajak kakaknya menuju tempat kejadian menggunakan sepeda motor. Perjalanan ke lokasi memakan waktu sekitar 10 menit.
“Setelah sampai, ternyata memang benar ada kejadian. Saya langsung melaporkan ke BPBD dan tim SAR,” katanya.

PROSES PENCARIAN KORBAN dimulai setelah laporan diterima. Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menyebut pihaknya menerima informasi pada pukul 16.29 WIB dari pelapor bernama Heru.
Sebanyak delapan personel dari Unit Siaga SAR Solok Selatan langsung diberangkatkan pada pukul 16.44 WIB dan tiba di lokasi pukul 17.44 WIB untuk melakukan pencarian.
Berdasarkan informasi awal, korban diketahui sedang mandi bersama temannya di embung. Namun, korban diduga tidak bisa berenang sehingga tenggelam.
KORBAN DITEMUKAN MENINGGAL setelah pencarian selama sekitar lima jam. Tim SAR akhirnya menemukan Ahmad Frenzi pada pukul 22.30 WIB dalam kondisi tidak bernyawa.
Jenazah korban kemudian langsung dievakuasi ke rumah duka. Setelah korban ditemukan, operasi pencarian resmi ditutup.
Wahyu menambahkan, lokasi embung tersebut jarang digunakan warga untuk berenang atau mandi, sehingga kejadian ini cukup mengejutkan masyarakat sekitar.


