BerandaHUKUMAir Keras Rusak Mata Aktivis KontraS, Kondisi Korban Kritis Ditangani 3 Dokter...

Air Keras Rusak Mata Aktivis KontraS, Kondisi Korban Kritis Ditangani 3 Dokter Spesialis di RSCM

Deadline – Air keras merusak mata aktivis KontraS berinisial AY (27) setelah korban menjadi sasaran penyiraman cairan kimia berbahaya. Korban kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dengan penanganan khusus dari tim medis multidisiplin.

Air keras yang disiramkan kepada aktivis KontraS tersebut menyebabkan luka serius pada bagian tubuh dan terutama pada mata kanan korban. Tim medis menyebut kerusakan pada mata termasuk kategori trauma kimia berat yang berisiko menurunkan kemampuan penglihatan secara permanen.

Korban pertama kali tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat (13/3/2026) dini hari. Saat datang ke rumah sakit, korban mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan.

Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menjelaskan hasil pemeriksaan awal menunjukkan sekitar 20 persen permukaan tubuh korban mengalami luka bakar akibat cairan kimia. Namun kerusakan paling serius terjadi pada mata kanan yang terkena langsung zat kimia bersifat asam.

Paparan zat kimia tersebut menyebabkan penurunan tajam kemampuan penglihatan korban. Selain itu, dokter juga menemukan kerusakan pada permukaan kornea yang menjadi bagian penting dalam sistem penglihatan manusia.

Cedera yang dialami korban dikategorikan sebagai trauma kimia derajat tiga pada fase akut. Dalam dunia medis, kondisi ini termasuk cedera mata berat yang membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah kerusakan permanen.

Baca  KPK Didesak Adil! Perlakuan Istimewa Yaqut Picu Noel Ajukan Tahanan Rumah

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim dokter segera melakukan tindakan medis pada mata kanan korban. Salah satu prosedur yang dilakukan adalah pembersihan jaringan yang rusak akibat paparan bahan kimia.

Selain itu, dokter juga melakukan transplantasi membran amnion pada permukaan mata korban. Prosedur ini bertujuan melindungi jaringan mata yang masih sehat sekaligus membantu proses penyembuhan kornea yang mengalami kerusakan.

Penanganan pasien dilakukan oleh tiga dokter spesialis yang bekerja secara terpadu. Tim medis terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim medis kegawatdaruratan.

Kolaborasi antarspesialis ini diperlukan karena luka yang dialami korban cukup kompleks. Selain kerusakan pada mata, luka bakar pada wajah dan bagian tubuh lain juga membutuhkan penanganan medis yang tepat.

Saat ini korban dirawat di ruang High Care Unit (HCU) khusus pasien luka bakar di RSCM. Perawatan di unit tersebut memungkinkan pasien mendapatkan pemantauan ketat dari tim medis.

Selama masa perawatan, korban mendapatkan berbagai terapi untuk mempercepat proses pemulihan. Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka bakar, pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi, serta obat anti-inflamasi untuk mengurangi peradangan.

Tim dokter juga memberikan vitamin dan pengobatan khusus untuk menjaga tekanan bola mata tetap stabil. Pengawasan terhadap kondisi mata korban dilakukan secara rutin untuk melihat perkembangan penyembuhan.

Pihak rumah sakit menyatakan kondisi umum korban saat ini sudah stabil dan tidak berada dalam kondisi yang mengancam jiwa. Meski demikian, proses pemulihan masih akan berlangsung cukup panjang.

Baca  Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dialihkan ke TNI, KontraS: Harusnya Dibawa ke Peradilan Umum

Tim medis masih terus memantau kemungkinan tindakan lanjutan yang diperlukan. Beberapa prosedur tambahan mungkin dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan mata serta mengoptimalkan fungsi penglihatan korban di masa mendatang.

Kasus penyiraman cairan kimia ini kembali menyoroti bahaya penggunaan bahan kimia sebagai alat kekerasan. Selain menimbulkan luka fisik serius, serangan semacam ini juga dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ vital seperti mata.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini