No Kings Meledak: 8 Juta Warga Turun ke Jalan, Trump Dikecam Massif

Deadline – No Kings menjadi kata kunci utama dalam gelombang demonstrasi besar di Amerika Serikat. Aksi ini pecah di seluruh negeri pada Sabtu, 28 Maret, dengan jumlah peserta mencapai sekitar 8 juta orang. Skala ini menjadikannya salah satu mobilisasi massa terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

No Kings menyasar langsung kebijakan Presiden Donald Trump. Para demonstran menolak sikap agresif terhadap Iran dan sejumlah kebijakan domestik yang dianggap kontroversial. Aksi ini tidak terjadi di satu kota saja, tetapi tersebar luas di seluruh negara bagian.

Data dari Reuters menyebut lebih dari 3.200 aksi direncanakan di 50 negara bagian. Dua gelombang sebelumnya juga telah menarik jutaan orang. Angka ini menunjukkan partisipasi publik yang terus meningkat.

Minnesota Jadi Sorotan, Isu Penembakan Muncul

Di negara bagian Minnesota, ribuan massa berkumpul di gedung Capitol di Saint Paul. Mereka membawa poster bergambar Renee Good dan Alex Pretti. Keduanya dilaporkan tewas akibat penembakan oleh petugas imigrasi federal di Minneapolis pada tahun ini.

Gubernur Tim Walz ikut berorasi. Ia menegaskan bahwa gerakan ini berangkat dari nilai kemanusiaan, supremasi hukum, dan demokrasi. Ia juga menyebut perlawanan terhadap otoritarianisme sebagai bentuk tanggung jawab warga negara.

Kota Besar Dipadati Massa

Aksi besar juga terjadi di New York City, Los Angeles, Dallas, Philadelphia, dan Washington, D.C..

Baca  Rudal Iran Menggempur Israel. Timur Tengah Kian Memanas, Trump Ngamuk Soal Hormuz

Di New York, puluhan ribu orang memenuhi Manhattan. Massa membentang lebih dari 10 blok. Kepadatan ini menunjukkan konsolidasi besar dari berbagai kelompok masyarakat.

Aktor Robert De Niro ikut terlibat sebagai penyelenggara. Ia menyatakan belum pernah ada presiden yang dianggap membawa ancaman sebesar ini terhadap kebebasan warga.

Narasi Perlawanan Menguat

Salah satu peserta aksi, Holly Bemiss, menyamakan gerakan ini dengan semangat American Revolution. Ia menilai aksi ini sebagai bentuk lanjutan perjuangan melawan kekuasaan yang dianggap menekan kebebasan.

Di Washington DC, demonstrasi berlangsung di kawasan National Mall. Massa membawa slogan pro-demokrasi dan kritik keras terhadap pemerintah.

Di Chevy Chase, Maryland, lansia pengguna kursi roda ikut turun ke jalan. Mereka membawa pesan sederhana namun tegas seperti “Lawan tirani” dan “Pertahankan demokrasi”.

Bentrokan di Dallas, Polisi Turun Tangan

Situasi berbeda terjadi di Dallas. Aksi diwarnai bentrokan antara demonstran “No Kings” dan kelompok kontraprotes. Salah satu kelompok dipimpin Enrique Tarrio, mantan pemimpin organisasi Proud Boys.

Ketegangan meningkat saat kelompok kontraprotes mencoba memblokir jalan. Polisi akhirnya turun tangan dan melakukan sejumlah penangkapan untuk mengendalikan situasi.

spot_img

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Top News

Tanah Terlantar Disita Negara, Termasuk Bersetifikat Hak Milik

Deadline - Tanah terlantar disita negara. Kalimat ini kini resmi menjadi kebijakan. Presiden Prabowo Subianto meneken Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2025 tentang Penertiban...

Link Video Kebaya Hitam Viral: Waspada Phishing yang Mengintai Data Pribadi

Deadline - Fenomena link video kebaya hitam viral kini ramai beredar di platform seperti X dan Telegram. Banyak tautan mengklaim berisi video tanpa sensor....

Pelatih KONI Jatim Cabuli Atlet Nasional, Modus Latihan dan Tanding Luar Kota

Deadline - Pelatih KONI Jatim berinisial WPC (44) akhirnya harus berhadapan dengan hukum setelah dugaan kekerasan seksual terhadap atlet bela diri tingkat nasional terbongkar....

Inilah Sosok Pemeran Wanita Video Porno Berjaket Ojol Ditangkap di Bali

Deadline - Kasus video porno berjaket ojek online (ojol) yang viral di media sosial akhirnya terungkap. Polisi berhasil menangkap seorang wanita berinisial MMJL alias...

Donny Fattah Meninggal Dunia, Pilar Rock God Bless Tutup Usia

Deadline - Donny Fattah meninggal dunia. Bassist sekaligus pendiri band rock legendaris God Bless itu menghembuskan napas terakhir pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kepergiannya...

Puaskah Anda dengan Kinerja Presiden Prabowo?

ARTIKEL TERKAIT