Deadline – Pembobolan Kantor Gubernur Sulsel mengejutkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru kembali bekerja usai libur. Peristiwa ini terungkap pada Senin pagi, 30 Maret, saat pegawai mulai masuk kantor dan menemukan sejumlah ruangan dalam kondisi rusak dan berantakan.
Pembobolan Kantor Gubernur Sulsel terlihat dari beberapa pintu yang telah dibuka paksa. Laci-laci meja di dalam ruangan juga tampak terbongkar. Salah satu ruangan yang terdampak adalah bagian humas, yang menjadi salah satu titik utama sasaran pelaku.
Pranata Humas Ahli Muda Pemprov Sulsel, Sarmini Sallu, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut pertama kali diketahui saat ASN kembali beraktivitas. Ia menyebut sejumlah ruangan tampak acak-acakan, mengindikasikan adanya aksi pencurian.
Sarmini mengaku belum mengetahui waktu pasti kejadian tersebut. Namun, dugaan sementara mengarah pada periode libur Lebaran, saat aktivitas perkantoran berkurang dan pengawasan tidak seketat hari kerja biasa.
Meski kondisi ruangan rusak, tidak ada laporan kehilangan barang berharga dari hasil pemeriksaan awal. Pelaku diduga hanya mencari uang tunai yang kemungkinan tersimpan di dalam laci meja pegawai.
Dua Kali Terjadi dalam Sebulan
Kasus pembobolan Kantor Gubernur Sulsel ini bukan yang pertama. Dalam satu bulan terakhir, insiden serupa telah terjadi dua kali. Peristiwa sebelumnya berlangsung pada akhir Ramadan, saat kebijakan Work From Anywhere (WFA) diberlakukan.
Kala itu, pelaku sempat diamankan oleh Satpol PP. Namun, kasus tidak berlanjut ke proses hukum setelah barang yang diambil dikembalikan. Penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan setelah pihak keluarga pelaku memberikan jaminan.
Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian Bidang Trantibum Satpol PP Provinsi Sulsel, Indra Agriawan, menduga bahwa kejadian terbaru ini masih berkaitan dengan rangkaian peristiwa sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa pelaku dalam kejadian sebelumnya bukan merupakan pegawai di lingkungan Pemprov Sulsel, melainkan orang luar. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pelaku memanfaatkan kelengahan saat kantor dalam kondisi sepi.
Evaluasi Keamanan Jadi Sorotan
Pembobolan berulang di Kantor Gubernur Sulsel memunculkan pertanyaan serius terkait sistem keamanan di lingkungan perkantoran pemerintahan. Terlebih, aksi ini terjadi saat periode libur panjang dan kebijakan kerja fleksibel diterapkan.
Minimnya kerugian materi dalam kejadian ini tidak serta-merta mengurangi kekhawatiran. Justru, pola kejadian yang berulang menunjukkan adanya celah keamanan yang perlu segera diperbaiki.
Pihak terkait diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan, termasuk pengawasan saat kantor tidak beroperasi penuh, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.


