Deadline – Konflik antara aktris Ratu Sofya dengan rumah produksi HAS Pictures semakin memanas. Perselisihan yang awalnya hanya terkait absennya Ratu Sofya dalam promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan kini melebar hingga menyangkut persoalan keluarga dan pengelolaan honor kerja.
Nama Ratu Sofya menjadi sorotan setelah muncul kabar bahwa dirinya disebut melayangkan somasi kepada kedua orang tuanya terkait pendapatan hasil pekerjaannya di dunia hiburan. Kabar tersebut langsung ramai diperbincangkan publik dan memicu berbagai spekulasi di media sosial.
Ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura, akhirnya buka suara mengenai sistem keuangan yang selama ini dijalankan keluarga mereka. Menurut Intan, seluruh honor pekerjaan Ratu Sofya memang ditransfer ke rekening sang ayah karena berkaitan dengan administrasi kontrak dan data perpajakan.
“Honor kan yang tanda tangan Papanya, otomatis kan NPWP sama rekening kan harus sama, Papanya. Nah, ditransfer ke rekening Papanya,” ujar Intan Masthura seperti dikutip dari kanal YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (23/5/2026).
Intan menjelaskan sistem tersebut sudah menjadi kesepakatan keluarga sejak awal karier Ratu Sofya di industri hiburan. Ia juga menegaskan pola itu tidak hanya berlaku untuk Ratu, tetapi juga anggota keluarga lain yang bekerja di dunia entertainment.
“Semua kerja sama. Anak saya yang lain juga bukan Ratu aja yang syuting, semua kami kerja sama. Jadi siapa yang syuting, itu yang nemenin,” tuturnya.
Di tengah persoalan keluarga yang mencuat, produser film Dosa Penebusan atau Pengampunan, Reza Aditya, mengungkap bahwa pihak produksi sempat mempertimbangkan langkah hukum terhadap Ratu Sofya. Hal itu dipicu ketidakhadiran pemeran utama dalam agenda promosi film yang telah dijadwalkan sebelumnya.
Menurut Reza, absennya pemeran utama dalam kegiatan promosi menjadi persoalan serius bagi rumah produksi karena dapat memengaruhi jalannya promosi film.
“Pertemuan pertama itu kita memang konsen ke situ (proses hukum), karena satu buah film terus pemeran utamanya nggak ikut promo itu kan sesuatu yang tidak elok dilihatnya,” kata Reza.
Namun rencana proses hukum tersebut akhirnya ditunda. Reza mengaku memilih meredam situasi setelah mengetahui adanya persoalan lain yang lebih kompleks di dalam keluarga Ratu Sofya.
“Tapi ketika saya dapat laporan malah pertemuan kedua Tante sama Om disomasi oleh kuasa hukumnya untuk menyerahkan semua fee, saya langsung ngerem,” ungkapnya.
Sebagai seorang ayah, Reza mengaku tersentuh dengan kondisi yang sedang dihadapi keluarga Ratu Sofya. Ia memilih fokus pada promosi film dan menunda langkah hukum agar konflik tidak semakin meluas.
“Karena saya juga seorang ayah, jadi saya oke, berarti mungkin nanti kita ngerem dulu,” ujarnya.
Reza juga menegaskan pihak produksi kini mengambil langkah lebih tenang demi menjaga situasi tetap kondusif.
“Tapi karena saya melihat anak somasi ibunya, orang tuanya ini saya jadi waduh, berarti kita cooling down dulu deh. Kita fokus aja sama promo,” tambahnya.
Sebelumnya, HAS Pictures diketahui telah melayangkan somasi kepada Ratu Sofya agar tetap menjalankan kewajibannya sebagai pemeran utama dalam rangkaian promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan. Namun setelah polemik berkembang, isu honor dan hubungan keluarga justru menjadi perhatian utama publik.
Hingga saat ini, Ratu Sofya belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar somasi terhadap kedua orang tuanya maupun konflik yang sedang berlangsung dengan pihak rumah produksi.



