Deadline – Seorang tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sidrap, Sulawesi Selatan, bernama Muh Taufik (29), dilaporkan tewas pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 09.52 Wita di RSUD Nene Mallomo Sidrap. Kematian ini langsung memicu tanda tanya besar dari pihak keluarga.
Kata kunci tahanan tewas Sidrap menjadi sorotan karena adanya dugaan kuat korban mengalami penganiayaan sebelum meninggal dunia. Informasi yang diterima keluarga dinilai tidak konsisten dengan kondisi fisik korban.
Kondisi Jenazah Picu Kecurigaan Keluarga
Paman korban, Safaruddin dg Nompo, mengungkapkan bahwa kondisi jenazah sangat memprihatinkan. Ia menemukan sejumlah luka yang dinilai tidak wajar.
Menurutnya, terdapat luka di bagian leher yang menyerupai bekas jeratan kuat dari belakang. Selain itu, bibir korban pecah dan tampak seperti akibat pukulan keras.
Tak hanya itu, lebam juga ditemukan hampir di seluruh tubuh korban, terutama di bagian lengan kanan, kiri, hingga punggung. Keluarga menilai luka-luka tersebut lebih mengarah pada tanda kekerasan fisik.
Safaruddin menyebut, informasi yang diterima dari pihak Rutan berbeda dengan keterangan dari sesama tahanan. Ia mengaku mendapat kabar bahwa korban diduga mengalami pemukulan selama dua hari sebelum akhirnya meninggal dunia.
Versi Rutan: Korban Diduga Bunuh Diri
Kepala Rutan Kelas IIB Sidrap, Perimansyah, membantah keras dugaan penganiayaan oleh petugas. Ia menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi mencoba bunuh diri di dalam sel.
Menurutnya, korban menggantung leher menggunakan kain sarung yang diikat pada ventilasi jendela kamar. Petugas yang menerima laporan langsung membuka sel dan memberikan pertolongan pertama.
Korban kemudian dibawa ke klinik sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong.
Pihak Rutan juga menyatakan bahwa luka di leher korban merupakan bekas jeratan sarung, bukan akibat kekerasan. Klaim tersebut disebut berdasarkan laporan medis dari tim dokter yang menangani korban.
Keluarga Minta Pengusutan Tuntas
Perbedaan keterangan antara pihak Rutan dan informasi dari dalam sel membuat keluarga korban mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan.
Safaruddin menegaskan bahwa keluarga tidak menerima begitu saja penjelasan resmi. Ia meminta agar kasus ini diusut secara transparan dan menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kematian Muh Taufik.
Kasus kematian tahanan Sidrap kini menjadi perhatian publik, terutama terkait dugaan pelanggaran hak tahanan dan prosedur pengawasan di dalam Rutan.


