Deadline – Dapur MBG dekat kandang sapi menjadi temuan mengejutkan dalam inspeksi mendadak yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan. Akibat temuan tersebut, operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tegal Rejo, Kecamatan Belitang, resmi dihentikan sementara sejak 11 Maret 2026.
Penghentian operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu diputuskan setelah Wakil Kepala BGN RI, Nanik Sudaryati Deyang, menemukan sejumlah pelanggaran standar saat melakukan inspeksi langsung di lokasi dapur.
Dalam sidak tersebut, tim BGN menemukan kondisi lingkungan dapur yang dinilai tidak memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Salah satu temuan paling mencolok adalah keberadaan kandang sapi yang berada sangat dekat dengan area dapur yang digunakan untuk menyiapkan makanan bagi siswa.
Temuan tersebut memicu kekhawatiran terkait higienitas makanan yang diproduksi untuk program nasional tersebut.
Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan, saat melakukan pemeriksaan dapur SPPG Tegal Rejo, dirinya sempat mendengar suara sapi dari arah bangunan di samping dapur. Hal itu membuatnya langsung menanyakan keberadaan kandang ternak tersebut kepada pihak pengelola.
“Di tengah pemeriksaan dapur, tiba-tiba terdengar suara sapi dari arah sebelah bangunan. Saya langsung menanyakan hal tersebut kepada pengelola SPPG,” ujarnya melalui unggahan di akun Instagram resminya, Kamis (12/3/2026).
Awalnya pengelola menyampaikan bahwa kandang sapi tersebut dibangun setelah dapur MBG berdiri. Namun Nanik tidak langsung mempercayai penjelasan tersebut dan memutuskan melakukan pengecekan langsung ke rumah pemilik ternak.
Hasil penelusuran tersebut justru menunjukkan fakta berbeda.
Setelah dilakukan pemeriksaan langsung di lapangan, diketahui bahwa kandang sapi tersebut sudah berdiri lebih dahulu, bahkan beberapa bulan sebelum dapur SPPG mulai beroperasi.
Temuan ini membuat BGN menilai pembangunan dapur SPPG tetap dilaksanakan meskipun sejak awal sudah diketahui terdapat kandang ternak di dekat lokasi. Padahal dalam petunjuk teknis operasional dapur MBG, keberadaan kandang hewan di sekitar dapur tidak diperbolehkan karena berpotensi mengganggu kebersihan dan keamanan pangan.
Selain kandang sapi, tim BGN juga menemukan adanya sarang burung walet di sekitar area dapur yang turut menjadi catatan dalam evaluasi.
Tidak hanya persoalan lingkungan, sejumlah kekurangan teknis lain juga ditemukan dalam sidak tersebut. Di antaranya alur dapur yang dinilai belum sesuai standar operasional serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum memenuhi ketentuan.
Kondisi fasilitas dapur juga dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar kebersihan yang dipersyaratkan dalam program MBG.
Nanik menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan amanah besar dari Presiden yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Karena itu, seluruh dapur pelaksana program wajib mematuhi standar operasional yang ketat.
“Program ini bukan sekadar kegiatan bisnis atau mencari keuntungan. Ini adalah amanah Presiden untuk kepentingan sosial dan masa depan anak-anak Indonesia,” tegasnya.
Ia menambahkan, dalam program nasional seperti MBG tidak boleh ada kompromi terhadap aspek kebersihan dapur, keamanan pangan, maupun integritas pengelolaannya.
Karena itu, BGN memutuskan operasional dapur SPPG Tegal Rejo dihentikan sementara hingga seluruh perbaikan yang diminta dapat dipenuhi.
BGN juga memastikan inspeksi serupa akan terus dilakukan di berbagai daerah untuk memastikan seluruh dapur MBG berjalan sesuai standar.
Sementara itu, Kepala SPPG Tegal Rejo, Agus Waluyo, membenarkan bahwa dapur MBG yang dikelolanya saat ini berada dalam status suspensi.
Ia menjelaskan bahwa evaluasi dari BGN mencakup beberapa aspek teknis penting, termasuk alur dapur, instalasi pengolahan limbah, serta kondisi lingkungan di sekitar dapur.
“Yang menjadi evaluasi dari Wakil Kepala BGN antara lain alur dapur yang dinilai belum sesuai standar, kemudian pemasangan IPAL yang juga belum memenuhi ketentuan, serta lokasi dapur yang dinilai terlalu dekat dengan sarang walet dan kandang sapi,” ujar Agus, Jumat (13/3/2026).
Agus mengakui pihaknya sebelumnya belum mengetahui secara rinci aturan teknis terkait larangan keberadaan kandang hewan di sekitar dapur SPPG.
Menurutnya, penjelasan tersebut baru diketahui setelah dilakukan sidak oleh Wakil Kepala BGN.
Ia menjelaskan bahwa status suspensi berarti seluruh operasional dapur dihentikan sementara sampai semua perbaikan dilakukan sesuai standar yang ditetapkan.
“Suspen ini artinya operasional dapur dihentikan sementara sejak 11 Maret 2026. Operasional baru bisa berjalan kembali setelah seluruh standar teknis yang diminta BGN dipenuhi,” jelasnya.
Pihak pengelola dapur yang bekerja sama dengan yayasan mitra program MBG juga telah menyatakan komitmen untuk melakukan perbaikan.
Perbaikan tersebut meliputi renovasi dapur agar sesuai dengan standar operasional, pembenahan sistem pengolahan limbah, serta koordinasi untuk relokasi kandang sapi dan sarang walet yang berada di sekitar lokasi.
SPPG Tegal Rejo sendiri diketahui mulai beroperasi melayani program makan bergizi bagi para siswa sejak 13 Oktober 2025.
Dengan adanya evaluasi ini, BGN berharap seluruh dapur pelaksana program MBG di Indonesia dapat menjalankan operasional sesuai standar kebersihan, keamanan pangan, dan integritas pengelolaan demi menjamin kualitas makanan bagi anak-anak sekolah.


