Tom Ibnur Maestro Tari Minangkabau Meninggal Dunia

Deadline – Tom Ibnur, maestro tari asal Minangkabau yang dikenal konsisten memperkenalkan seni tradisional Melayu dan Minangkabau ke mancanegara, meninggal dunia pada usia 74 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, pelaku seni, dan dunia kebudayaan Indonesia.

Kabar meninggalnya Tom Ibnur disampaikan oleh aktor Vino G. Bastian, yang merupakan keponakannya, melalui unggahan di Instagram pada Jumat (23/10/2026). Vino mengenang sang paman sebagai salah satu putra terbaik Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia seni.

Dalam unggahannya, Vino menyampaikan penghormatan terakhir kepada adik kandung ayahnya, Bastian Tito, penulis novel populer Wiro Sableng.

“Innalillahi wainailaihi rojiun.. Selamat Jalan Maestro Tari Indonesia, TOM IBNUR. Salah satu putra terbaik Indonesia asal Minangkabau. Beliau juga adalah adik kandung ayah saya Alm. Bastian Tito,” tulis Vino.

Tom Ibnur, Maestro Tari yang Mendunia

Tom Ibnur dikenal melalui dedikasinya dalam mengembangkan dan memperkenalkan seni tari tradisional Melayu serta Minangkabau. Melalui karya-karya koreografinya, ia membawa kekayaan budaya Indonesia ke berbagai festival tari internasional.

Iklan

Perjalanan seninya menjadi bagian penting dalam upaya memperkenalkan tradisi daerah kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk penonton di luar negeri.

Kiprah Tom Ibnur tidak hanya menunjukkan kemampuan artistik seorang koreografer, tetapi juga memperlihatkan peran seni tari sebagai sarana untuk mengenalkan identitas dan warisan budaya Indonesia kepada dunia.

Konsistensinya dalam berkarya membuat namanya dikenal dalam lingkungan seni tradisional, khususnya yang berkaitan dengan kebudayaan Melayu dan Minangkabau.

Berkontribusi dalam Film Tabula Rasa

Selain berkarya di bidang seni tari, Tom Ibnur juga pernah terlibat dalam industri perfilman Indonesia.

Menurut keterangan Vino G. Bastian, Tom Ibnur berkontribusi dalam produksi film Tabula Rasa. Dalam film tersebut, ia bertugas sebagai pelatih dialek sekaligus penasihat budaya.

Keterlibatan itu memperlihatkan bahwa pengetahuan Tom Ibnur mengenai tradisi dan kebudayaan dapat dimanfaatkan dalam bidang seni lainnya, termasuk perfilman.

Perannya sebagai penasihat budaya juga menunjukkan pentingnya pemahaman terhadap latar budaya dalam membangun cerita dan menghadirkan karakter yang sesuai dengan konteks sosial masyarakat.

Kenangan Dua Bersaudara dalam Dunia Seni

Dalam unggahannya, Vino juga mengenang hubungan antara Tom Ibnur dan ayahnya, Bastian Tito. Keduanya merupakan kakak beradik yang memiliki kiprah di bidang seni Indonesia melalui jalur yang berbeda.

Bastian Tito dikenal luas sebagai penulis novel Wiro Sableng, sedangkan Tom Ibnur mengabdikan dirinya pada seni tari dan kebudayaan tradisional.

Vino menggambarkan keduanya sebagai sosok hebat yang telah memberikan kontribusi bagi dunia seni Tanah Air.

“Dua kakak beradik, dua orang hebat dalam dunia seni Indonesia. Selamat beristirahat dengan penuh cinta, Paman Tom,” tulis Vino.

Unggahan tersebut mendapat tanggapan dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial menyampaikan belasungkawa dan mengenang peran Tom Ibnur dalam perkembangan seni tradisional Minangkabau.

Kepergian Tom Ibnur menjadi kehilangan bagi dunia seni, terutama bagi mereka yang menaruh perhatian terhadap pelestarian budaya daerah.

Lahir di Padang, Mengabdi untuk Kebudayaan

Berdasarkan informasi biografi yang dirujuk dalam pemberitaan, Tom Ibnur lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 15 Mei 1952.

Sepanjang perjalanan seninya, ia dikenal konsisten memperkenalkan tradisi Melayu dan Minangkabau melalui karya tari serta keterlibatannya dalam berbagai kegiatan seni.

Dedikasi tersebut menempatkan Tom Ibnur sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam memperluas pengenalan seni tradisional Indonesia di tingkat internasional.

Warisan yang ditinggalkannya tidak hanya berupa karya koreografi, tetapi juga upaya memperkenalkan nilai-nilai budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Kini, Tom Ibnur telah berpulang. Namun, kiprahnya dalam seni tari dan kebudayaan Indonesia akan tetap menjadi bagian dari perjalanan seni Tanah Air.

Kepergiannya menjadi pengingat bahwa pelestarian seni tradisional membutuhkan dedikasi para maestro sekaligus dukungan generasi penerus agar warisan budaya Indonesia terus hidup dan dikenal lintas generasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER