BerandaDAERAHUsai Menu MBG Ketela Busuk Viral di Medsos, Wakil Bupati Blora Langsung...

Usai Menu MBG Ketela Busuk Viral di Medsos, Wakil Bupati Blora Langsung Sidak

Deadline – sosial. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora disebut menyajikan ketela yang telah membusuk kepada penerima manfaat.

Narasi yang beredar di media sosial menyebut menu MBG berisi ketela boleng atau ketela busuk, telur, serta keripik tempe. Informasi tersebut dikaitkan dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gedang Becici di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Isu tersebut langsung memicu perhatian masyarakat karena program MBG menyasar anak sekolah dan kelompok penerima manfaat lain yang membutuhkan asupan gizi.

SPPG Blora Bantah Sajikan Ketela Busuk

SPPG Gedang Becici segera memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar. Kepala SPPG Gedang Becici, Muhammad Afif, menegaskan bahwa kabar mengenai ketela busuk tidak benar.

Afif menyatakan makanan yang dibagikan dalam program MBG bukan ketela busuk, melainkan ubi jenis Cilembu yang dimasak menggunakan oven.

Ia menjelaskan menu tersebut disajikan pada Selasa, 9 Maret 2026. Ubi Cilembu dipotong dari kondisi mentah kemudian dipanggang di dalam oven sesuai standar pengolahan makanan.

Afif menjelaskan cairan yang terlihat pada ubi bukan tanda pembusukan. Cairan tersebut merupakan getah alami dari ubi Cilembu yang muncul setelah proses pemanggangan.

Menurut Afif, karakteristik ubi Cilembu memang sering menimbulkan salah paham. Saat dipanaskan, ubi dapat mengeluarkan cairan kental yang tampak seperti tanda makanan rusak bagi orang yang belum mengenalnya.

Baca  Pria di Jayapura Dibakar Pacar di Kamar Hotel, Korban Alami Luka Bakar 50 Persen

Ia juga meminta polemik tersebut tidak terus diperbesar di ruang publik agar tidak memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Kesalahpahaman Menu MBG Akan Disosialisasikan

SPPG Gedang Becici mengakui adanya kesalahpahaman di kalangan masyarakat penerima manfaat. Karena itu pengelola melakukan koordinasi dengan pengelola program MBG di Kecamatan Randublatung.

Koordinasi ini bertujuan memberikan penjelasan mengenai jenis makanan yang disajikan dalam program MBG. Sosialisasi akan dilakukan agar masyarakat memahami ciri khas bahan makanan yang digunakan.

Langkah ini diharapkan dapat mencegah kesalahpahaman serupa pada distribusi menu berikutnya.

Wakil Bupati Blora Lakukan Sidak SPPG Gedang Becici

Meski klarifikasi telah disampaikan, pemerintah Kabupaten Blora tetap menindaklanjuti laporan masyarakat.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora yang juga Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Gedang Becici di Desa Kutukan pada Rabu, 11 Maret 2026.

Sri Setyorini menyatakan sidak dilakukan sebagai respons terhadap aduan masyarakat mengenai kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG selama bulan Ramadhan.

Dalam sidak tersebut, tim pemerintah daerah meninjau langsung proses penyediaan makanan dan kondisi dapur pengolahan.

Pemkab Blora Minta Kualitas Sajian MBG Ditingkatkan

Dalam kunjungannya, Sri Setyorini meminta pengelola SPPG segera meningkatkan kualitas sajian makanan yang diberikan kepada penerima manfaat, terutama anak-anak sekolah.

Ia juga mendorong pengelola agar lebih banyak menggunakan bahan baku dari wilayah sekitar. Langkah ini bertujuan menggerakkan ekonomi lokal serta memberdayakan pelaku UMKM di sekitar dapur MBG.

Baca  KPK Tangkap Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dalam OTT Senyap di Bengkulu

Pemerintah daerah akan memantau kinerja SPPG Gedang Becici secara berkala. Jika tidak ada perbaikan pelayanan, laporan akan diteruskan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

Tim Dapur Diingatkan Soal Kebersihan Makanan

Selain kualitas bahan makanan, Wakil Bupati Blora juga menyoroti kebersihan proses pengolahan makanan.

Ia mengingatkan tim dapur agar memastikan tidak ada makanan basi, tidak ada ulat pada bahan makanan, dan tidak ada sajian yang tidak layak diberikan kepada anak sekolah.

Pengawasan terhadap aspek higienitas dapur dinilai penting agar program MBG benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan penerima.

Pengelola SPPG Teken Surat Komitmen Perbaikan

Dalam sidak tersebut, pengelola SPPG Gedang Becici menandatangani surat pernyataan kesanggupan untuk memperbaiki pelayanan dan meningkatkan kualitas makanan.

Dokumen tersebut ditandatangani oleh Kepala SPPG Gedang Becici M. Afif, akuntan Ahmad Nafiruddin, serta ahli gizi Lambang Aryanto.

Penandatanganan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Blora, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Camat Randublatung.

Dalam pernyataan itu pengelola berkomitmen meningkatkan mutu makanan MBG serta mematuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.

Pengelola juga menyatakan kesediaan melibatkan pelaku UMKM sekitar dalam penyediaan bahan baku sesuai standar harga yang berlaku.

Fasilitas Dapur SPPG Blora Ikut Dievaluasi

Selain memeriksa menu makanan, pemerintah daerah juga mengevaluasi kondisi fasilitas dapur SPPG Gedang Becici.

Pengelola diminta melengkapi sistem pengolahan limbah dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Baca  Anggaran WiFi Rp 3,5 Triliun Pemkot Medan Tahun 2026 Jadi Sorotan

Fasilitas tersebut diperlukan agar operasional dapur berjalan lebih higienis dan ramah lingkungan dalam mendukung program makan bergizi gratis bagi masyarakat.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan kualitas makanan dalam program MBG harus dilakukan secara ketat agar kepercayaan publik tetap terjaga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini