Deadline – Veda Ega Pratama mencetak sejarah baru bagi Indonesia di ajang Moto3. Pembalap muda Indonesia itu berhasil merebut pole position pada kualifikasi Grand Prix Australia di Sirkuit Phillip Island, Sabtu (24/10/2026), dengan catatan waktu tercepat 1 menit 35,299 detik.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pencapaian ini menjadikan Veda Ega Pratama sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih pole position di kelas Moto3. Prestasi tersebut menjadi tonggak penting bagi Indonesia di kejuaraan balap motor dunia.
Veda Ega Pratama Start dari Posisi Terdepan
Keberhasilan meraih pole position membuat Veda berhak memulai balapan utama Moto3 GP Australia dari posisi pertama. Ia akan menempati baris depan bersama Maximo Quiles dan John Celso.
Posisi start terdepan memberikan peluang bagi Veda untuk bersaing memperebutkan hasil terbaik. Namun, ia tetap harus menghadapi persaingan ketat dari para pembalap lain sepanjang balapan.
Catatan waktu 1 menit 35,299 detik menunjukkan kemampuan Veda Ega Pratama dalam memaksimalkan kecepatannya di Sirkuit Phillip Island. Hasil kualifikasi ini juga menjadi modal penting bagi pembalap Honda Team Asia tersebut untuk menghadapi balapan utama.
Modal Penting Setelah Tampil di GP Indonesia
Sebelum mencetak sejarah di Australia, Veda juga menunjukkan performa kompetitif pada Grand Prix Indonesia dua pekan sebelumnya.
Dalam balapan tersebut, Veda memulai lomba dari posisi ketujuh. Ia sempat bersaing di barisan depan sebelum akhirnya menyelesaikan balapan di posisi keenam.
Veda finis dengan selisih waktu 12,017 detik dari Maximo Quiles yang keluar sebagai pemenang. Hasil tersebut memberinya tambahan 10 poin dalam klasemen sementara Moto3 2026.
Tambahan poin itu membuat Veda mengoleksi total 115 poin dan naik dari posisi kedelapan ke peringkat ketujuh klasemen.
Persaingan Klasemen Moto3 Semakin Ketat
Posisi ketujuh yang ditempati Veda menunjukkan bahwa pembalap Indonesia tersebut masih memiliki peluang untuk memperbaiki peringkatnya dalam persaingan Moto3 2026.
Saat ini, Veda terpaut delapan poin dari Valentin Perrone, pembalap Red Bull KTM Tech3 yang berada di peringkat keenam dengan koleksi 123 poin.
Sementara itu, Matteo Bertelle menempati posisi kedelapan dengan 109 poin. Pembalap Malaysia, Hakim Danish, berada di peringkat kesembilan dengan 107 poin.
Dengan koleksi 115 poin, Veda unggul enam poin atas Bertelle dan delapan poin atas Hakim Danish. Selisih tersebut memperlihatkan ketatnya persaingan di papan tengah klasemen.
Tantangan Veda pada Balapan Utama GP Australia
Keberhasilan meraih pole position menjadi pencapaian besar bagi Veda Ega Pratama. Namun, posisi start pertama belum menjamin kemenangan karena hasil akhir tetap ditentukan oleh performa pembalap selama balapan berlangsung.
Veda perlu mempertahankan kecepatan, menjaga konsistensi, serta menghadapi tekanan dari para pesaingnya di lintasan.
Balapan utama Moto3 GP Australia menjadi kesempatan berikutnya bagi Veda untuk membuktikan kemampuannya setelah mencatatkan waktu tercepat dalam kualifikasi.
Prestasi di Phillip Island sekaligus menambah catatan penting dalam perjalanan karier Veda di kejuaraan dunia. Ia kini membawa harapan besar bagi Indonesia untuk terus bersaing di level tertinggi balap motor internasional.
Pole position di GP Australia menjadi bukti pencapaian bersejarah Veda Ega Pratama. Perhatian selanjutnya tertuju pada balapan utama, ketika ia berpeluang mengubah posisi start terdepan menjadi hasil maksimal bagi Indonesia.




