Deadline – Badan meriang dan pegal linu sering dialami banyak orang saat tubuh sedang lelah, kurang tidur, atau terserang infeksi ringan. Kondisi ini memang umumnya tidak berbahaya, tetapi tetap perlu diperhatikan jika berlangsung lama atau muncul bersama gejala lain yang lebih serius.
Meriang biasanya ditandai tubuh terasa panas dingin, menggigil ringan, atau tidak nyaman. Sementara pegal linu membuat otot dan persendian terasa nyeri, kaku, dan berat saat digunakan beraktivitas.
Keluhan badan meriang dan pegal linu sering muncul bersamaan. Akibatnya, aktivitas sehari-hari terasa lebih berat dan tubuh menjadi cepat lemas.
Penyebab Badan Meriang dan Pegal Linu
Ada beberapa faktor yang dapat memicu badan meriang dan pegal linu. Mulai dari kelelahan ringan hingga penyakit tertentu.
1. Kelelahan Berlebihan
Tubuh yang dipaksa bekerja terlalu keras bisa menyebabkan otot mengalami kelelahan. Kondisi ini sering terjadi setelah olahraga berat, pekerjaan fisik, atau begadang.
Saat otot sedang memulihkan diri, tubuh bisa terasa pegal dan linu. Aktivitas berlebihan juga dapat mengganggu keseimbangan suhu tubuh sehingga muncul rasa meriang.
2. Kurang Tidur
Kurang tidur membuat sistem imun dan metabolisme tubuh menurun. Akibatnya, otot tidak memiliki waktu cukup untuk beristirahat dan pulih.
Kondisi ini membuat tubuh terasa pegal di banyak bagian. Selain itu, tubuh juga menjadi lebih sensitif terhadap perubahan suhu sehingga mudah merasa dingin atau meriang.
3. Aktivitas Fisik Terlalu Berat
Olahraga tanpa pemanasan atau aktivitas fisik berlebihan dapat menyebabkan penumpukan asam laktat dan cedera ringan pada jaringan otot.
Akibatnya, badan terasa nyeri, pegal, dan suhu tubuh menjadi tidak nyaman, terutama saat aktivitas dilakukan di cuaca panas atau lembap.
4. Infeksi Virus atau Bakteri
Flu, infeksi saluran pernapasan, demam berdarah, hingga chikungunya sering diawali gejala badan meriang dan pegal linu.
Saat melawan infeksi, sistem imun tubuh memicu peradangan yang menyebabkan demam, nyeri otot, menggigil, dan tubuh terasa tidak nyaman.
Pada beberapa penyakit seperti demam berdarah dan chikungunya, pegal linu bahkan bisa terasa sangat berat dan berlangsung lebih lama.
5. Dehidrasi
Tubuh yang kekurangan cairan dapat mengurangi aliran darah ke otot dan jaringan tubuh lainnya.
Akibatnya, otot menjadi kaku, mudah kram, dan tubuh terasa lemas. Dehidrasi juga dapat membuat suhu tubuh tidak stabil sehingga memicu rasa meriang.
6. Penyakit Kronis
Beberapa penyakit seperti rematik dapat menyebabkan badan meriang dan pegal linu berkepanjangan.
Peradangan yang terus terjadi di dalam tubuh membuat nyeri sendi dan otot muncul berulang, disertai rasa panas dingin dan tubuh terasa berat.
7. Efek Samping Obat
Obat tertentu seperti antibiotik, obat tekanan darah, atau obat kemoterapi juga bisa memicu badan meriang dan pegal linu.
Keluhan biasanya mereda setelah penggunaan obat dihentikan sesuai anjuran dokter.
Cara Mengatasi Badan Meriang dan Pegal Linu
Sebagian besar kasus badan meriang dan pegal linu bisa membaik dengan perawatan mandiri di rumah.
1. Istirahat yang Cukup
Tidur selama 7 sampai 9 jam membantu tubuh memperbaiki jaringan otot dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Hindari aktivitas berat sementara waktu agar tubuh memiliki kesempatan untuk pulih.
2. Perbanyak Minum Air Putih
Minum minimal 8 gelas air per hari membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil dan memperlancar aliran darah ke otot.
Asupan cairan yang cukup juga membantu tubuh membuang sisa metabolisme yang menumpuk saat sakit.
3. Kompres Hangat
Kompres hangat pada area yang pegal dapat membantu melancarkan aliran darah dan membuat otot lebih rileks.
Lakukan selama 10 hingga 15 menit beberapa kali sehari agar tubuh terasa lebih nyaman.
4. Pijat Ringan
Pijatan lembut membantu mengurangi ketegangan otot dan memperbaiki sirkulasi darah.
Beberapa orang juga menggunakan minyak atsiri untuk membantu meredakan pegal pada tubuh.
5. Kerokan
Kerokan masih sering digunakan masyarakat Indonesia untuk membantu mengurangi rasa meriang dan pegal linu.
Gesekan pada kulit memberikan sensasi hangat yang dipercaya membantu tubuh terasa lebih nyaman. Namun, kerokan perlu dilakukan hati-hati agar kulit tidak iritasi.
6. Konsumsi Obat Pereda Nyeri
Paracetamol atau ibuprofen dapat membantu mengurangi nyeri dan meredakan meriang.
Obat harus digunakan sesuai aturan pada kemasan. Jika memiliki penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.
7. Konsumsi Makanan Bergizi
Buah, sayur, telur, ikan, dan daging tanpa lemak membantu mempercepat proses pemulihan tubuh.
Menjaga kebersihan tubuh dan rutin mencuci tangan juga penting untuk mencegah infeksi tambahan.
Gejala yang Harus Segera Diperiksakan ke Dokter
Badan meriang dan pegal linu perlu segera diperiksa jika tidak membaik setelah 2 sampai 3 hari atau disertai gejala berikut:
- Demam tinggi
- Nyeri tubuh berat
- Muntah
- Diare terus-menerus
- Ruam kulit
- Tubuh sangat lemas
- Kesadaran menurun
- Sulit bernapas
Pemeriksaan dokter penting untuk memastikan penyebab keluhan dan mencegah komplikasi, terutama pada penderita diabetes, hipertensi, atau gangguan imun.



