Deadline – Cinta segitiga di Kota Dumai berujung tragedi berdarah. Seorang guru muda bernama Tika Plorentina Simanjuntak (26) tewas setelah ditusuk mantan pacarnya sendiri. Peristiwa menggemparkan ini terjadi di sebuah rumah kontrakan di Gang Horas, Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, Riau.
Kasus ini semakin mengejutkan karena pelaku berinisial BM (27) yang sebelumnya telah ditangkap polisi akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Kota Dumai pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 08.06 WIB.
Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang menjelaskan, pelaku meninggal setelah sebelumnya diduga mencoba mengakhiri hidupnya sendiri sebelum diamankan polisi.
“Pelaku meninggal dunia sekitar pukul 08.06 WIB pagi tadi di RSUD Dumai,” kata Angga, Jumat (13/3/2026).
Awal Konflik Cinta Segitiga
Cinta segitiga diduga menjadi pemicu utama pembunuhan sadis tersebut. Pelaku diketahui merupakan mantan kekasih korban yang merasa sakit hati setelah mengetahui Tika menjalin hubungan dengan pria lain.
Korban yang dikenal sebagai guru di SD Santo Tarcisius Dumai sebelumnya sempat menghubungi pacar barunya berinisial DES (26) pada Rabu (11/3/2026) sore.
Tika meminta DES datang ke rumah kontrakannya karena pelaku BM dikabarkan akan mendatanginya.
Sekitar pukul 17.10 WIB, DES tiba di rumah korban. Saat itu Tika sedang bersiap keluar untuk membahas analisis nilai ujian murid bersama DES.
“Korban masuk ke kamar mandi untuk mandi, sementara pelapor menunggu di ruang tamu,” ujar Kapolres.
Namun situasi berubah tegang ketika BM tiba-tiba datang dan langsung masuk ke dalam rumah kontrakan.
Pertemuan yang Berujung Emosi
Saat bertemu dengan DES, pelaku langsung menanyakan hubungan antara pria tersebut dengan korban.
DES dengan jujur menjawab bahwa dirinya sedang berpacaran dengan Tika.
Jawaban itu membuat BM tersulut emosi. Ia mengaku masih memiliki hubungan dengan korban dan tidak menerima kenyataan bahwa Tika telah memiliki kekasih baru.
Tak lama kemudian, Tika keluar dari kamar mandi dan mencoba mengklarifikasi situasi.
Korban dengan tegas menyampaikan bahwa ia memang sedang menjalin hubungan dengan DES dan meminta pelaku untuk pulang.
Setelah percakapan tersebut, Tika dan DES keluar dari rumah kontrakan. Sementara pelaku kembali menuju mobilnya yang terparkir di sekitar masjid yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Korban Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk
Keesokan harinya, Kamis (12/3/2026) pagi, DES kembali mendatangi rumah kontrakan korban untuk memastikan kondisi Tika sebelum berangkat mengajar.
Saat itu keduanya sempat bertemu dan berpamitan. DES kemudian pergi menuju tempat kerjanya.
Namun sekitar pukul 08.37 WIB, DES mendapat kabar mengejutkan bahwa Tika ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnya.
DES kemudian melapor ke Polres Dumai.
Tim Identifikasi dan Satreskrim Polres Dumai segera mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan pembunuhan.
Tak lama kemudian, polisi berhasil menangkap BM di wilayah Kabupaten Rokan Hilir.
Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah menusuk korban menggunakan pisau karena diliputi rasa cemburu dan sakit hati.
Pelaku Sempat Coba Bunuh Diri
Setelah ditangkap, kondisi pelaku ternyata tidak stabil. Polisi menemukan fakta bahwa BM diduga telah meminum pertalite dan racun rumput yang berada di dalam mobilnya sebelum diamankan.
Karena kondisi kesehatannya memburuk, pelaku segera dibawa ke RSUD Kota Dumai untuk mendapatkan perawatan intensif.
Namun nyawanya tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia pada Jumat pagi.
Polisi Tetap Dalami Kasus
Meski tersangka telah meninggal dunia, Polres Dumai memastikan penyelidikan tetap dilanjutkan untuk memperjelas seluruh rangkaian peristiwa.
Polisi masih memeriksa sejumlah saksi serta mengamankan berbagai barang bukti dari lokasi kejadian maupun dari kendaraan pelaku.
“Informasi awal terkait motif adalah cinta segitiga. Kami tetap melakukan pemeriksaan mendalam terhadap saksi-saksi dan mengamankan barang bukti untuk memperjelas konstruksi peristiwa ini,” ujar Kapolres.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi keamanan di Kota Dumai tetap kondusif.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan juga menjadi pengingat bahwa konflik asmara yang tidak terkendali dapat berujung pada tindakan fatal.


