Tuesday, November 29, 2022
HomeDAERAHPENAJAM PASER UTARAMasyarakat Adat Paser Harap Pembangunan IKN Nusantara Tidak Melupakan Kearifan Lokal

Masyarakat Adat Paser Harap Pembangunan IKN Nusantara Tidak Melupakan Kearifan Lokal

DEADLINE.CO.ID, PENAJAM – Ibu kota Nusantara yang dibangun di Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara menggantikan Ibukota Negara di Kota Jakarta akan dibangun dengan konsep forest city.

Karena itu Ketua Adat Dayak Paser PPU Fadliansyah meminta agar nantinya pembangunan IKN dengan konsep modern itu diharapkan tidak melupakan unsur adat adat dan budaya yang ada di Kaltim, khususnya kawasan IKN Nusantara yakni adat dan budaya suku Dayak Paser.

“Dari awal pembangunan IKN, semua elemen adat sudah menyuarakan tentang kearifan lokal. Nah Kalau Bapenas (Badan Pembangunan Nasional) ingin memasukkan elemen kearifan lokal dalam pembangunan IKN, tentu kita dukung dan ini sangat kita respon positif dari masyarakat adat. ,” kata Fadliansyah, Kamis (21/4/2022) dikutip dari headlinekaltim.co

Fadliansyah menyatakan, kearifan lokal diharapkan dapat dituangkan dalam bentuk fisik maupun non fisik. Pembangunan kantor lembaga negara maupun fasilitas publik lainnya diharapkan ada corak khas Kalimantan.

” Tidak harus semua, minimal ada di bagian kecil setiap bangunan atau ruangan. Bisa ukiran atau mandau yang di taroh di ruangan Presiden, dan kita juga punya mas togok yang berupa fisik” Terangnya

Sedangkan untuk non fisik budaya lokal diminta Fadli harus mendapatkan dukunga penuh oleh pemerintah agar budaya tersebut tidak tergerus oleh perkembangan ibu kota nantinya.

“Kami juga tidak memunculkan ego. Karena, IKN ini representatif seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia. tapi karena hal ini tidak ada di dalam undang-undang nomoe 3 tahun 2022 tentang IKN maka kami tetap meminta bahwa setiap bagunan ada corak khas Kalimantan,” ujarnya.

Fadliansyah pun menyakini jika kebudayaan lokal ini mendapat perhatian pemerintah pusat dalam hal ini badan otorita. Maka dengan adanya perpindahan IKN Nusatntara kedaerah setempat kubudayan dan adat lokal pun tidak akan tergerus dan hilang.

“Otorita IKN harus memperhatikan itu, minimal ada dibuatkan sarana dan prasarana untuk sanggar seni dan budaya. Selain itu, para pemangku adat dan budaya juga harus proaktif membuat progam yang lebih produktif agar eksistensi adat dan budaya lokal terus lestari,” ungkapnya.

Tidak hanya masalah adat dan budaya, Adat Dayak Paser kata Fadli juga meminta Otorita IKN Nusantara dapat membuat program untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) masyarakat di PPU sesegera mungkin.

“Dalam struktur Otorita IKN harusnya ada tokoh masyarakat Kaltim. Supaya ada jembatan komunikasi bagi masyarakat,” pungkasnyanya.

Komentar Anda
RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments