spot_img
spot_img

Rudal Balistik Iran Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln, Konflik Teluk Memanas

Deadline – Rudal balistik Iran menghantam kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Teluk dan menandai eskalasi serius konflik militer antara Iran dan Amerika Serikat. Serangan ini diklaim sebagai balasan langsung atas operasi militer AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran.

Korps Pengawal Revolusi Iran atau IRGC menyatakan bahwa kapal induk Amerika tersebut dihantam empat rudal balistik. Pernyataan itu disiarkan media lokal Iran pada Ahad.

IRGC menegaskan bahwa konflik telah memasuki fase baru. Operasi militer darat dan laut, menurut mereka, akan ditingkatkan secara signifikan. Iran juga memperingatkan bahwa kawasan konflik akan menjadi “kuburan bagi para agresor teroris”.

USS Abraham Lincoln merupakan kapal induk bertenaga nuklir milik Amerika Serikat dan dikenal sebagai salah satu kapal perang terbesar di dunia. Kapal ini termasuk dalam kelas Nimitz, armada utama kapal induk nuklir AS.

Kapal induk kelas Nimitz memiliki panjang sekitar 333 meter dan mampu mengangkut hingga 100.000 ton peralatan militer, termasuk sekitar 65 pesawat tempur serta persenjataan pendukung lainnya, menurut keterangan Angkatan Laut Amerika Serikat.

Kapal tersebut dikirim ke kawasan Teluk pada akhir Januari sebagai bagian dari pengerahan militer besar-besaran yang diperintahkan Presiden Donald Trump. Pengerahan itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan akibat kondisi ekonomi Iran dan gelombang protes internal.

Hingga laporan ini ditulis, Pentagon dan Angkatan Laut Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi atas klaim serangan rudal yang disampaikan Iran.

Sementara itu, Fox News melaporkan bahwa tiga anggota militer Amerika Serikat tewas dalam aksi militer terkait konflik Iran. Lima personel lainnya disebut mengalami luka parah, meski Pentagon tidak merinci lokasi dan kronologi kejadian.

Korban tersebut menjadi korban pertama dari pihak Amerika yang diumumkan sejak AS melancarkan pemboman besar-besaran ke Iran dan menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut pada Sabtu sebelumnya.

Di sisi lain, UKMTO melaporkan insiden terpisah di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Sebuah kapal diserang oleh proyektil tak dikenal dan terbakar di barat laut Mina Saqr, Uni Emirat Arab.

UKMTO menyebutkan bahwa api telah berhasil dipadamkan dan kapal tersebut melanjutkan pelayaran. Namun, penyelidikan masih dilakukan oleh otoritas terkait. Insiden ini menjadi serangan ketiga terhadap pelayaran di wilayah tersebut dalam satu hari.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran hanya menargetkan personel dan fasilitas militer Amerika Serikat yang terlibat langsung dalam operasi terhadap Iran.

Menurut Araghchi, Iran tidak memiliki pilihan selain membela diri karena militer AS telah lebih dahulu melakukan serangan. Ia menyatakan bahwa Iran tidak menargetkan wilayah Amerika, melainkan pangkalan dan fasilitas militer AS di kawasan.

Ia juga mengklaim bahwa sebagian personel militer AS telah mengevakuasi pangkalan dan berpindah ke lokasi sipil, termasuk hotel. Iran, katanya, tetap berupaya membatasi serangan hanya pada target militer yang relevan.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Puaskah Anda dengan Kinerja Presiden Prabowo?

Related news