Deadline – SUMSEL UNITED menunjukkan optimisme tinggi untuk menembus Liga 1 atau Super League pada musim kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026. Meski menghadapi persaingan ketat dan rekor kurang baik melawan Adhyaksa FC, tim berjuluk Laskar Juaro tetap yakin mampu bangkit dan menjaga peluang promosi.
Pelatih Sumsel United Nilmaizar menegaskan timnya datang dengan tekad kuat untuk memutus tren negatif saat menghadapi Adhyaksa FC pada lanjutan kompetisi. Pertandingan yang digelar di Banten International Stadium itu dianggap sebagai momen penting untuk membuktikan kualitas tim.
“Kami sudah mengevaluasi dua pertandingan sebelumnya. Kali ini tim harus bermain lebih berani dan fokus,” ujar Nilmaizar, Kamis (12/3/2026).
Duel Krusial Penentu Posisi Klasemen
Laga melawan Adhyaksa FC diprediksi berlangsung sengit. Nilmaizar memperkirakan duel akan berjalan dengan tempo tinggi, terutama dalam perebutan bola di lini tengah.
Menurutnya, pertandingan ini memiliki arti besar bagi Sumsel United untuk menjaga peluang bersaing di papan atas klasemen wilayah barat.
“Pertandingan ini seperti final kecil bagi kami. Pemain harus menjaga konsentrasi dan tidak membuat kesalahan,” tegasnya.
Sepanjang musim ini, Sumsel United memang belum mampu mengatasi permainan Adhyaksa FC. Pada pertemuan pertama di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sumsel United harus mengakui keunggulan tamunya dengan skor 1-2.
Hasil serupa kembali terjadi pada pertemuan kedua di kandang Adhyaksa FC. Meski sempat menciptakan sejumlah peluang berbahaya, Sumsel United kembali kalah 1-2 setelah gagal memaksimalkan peluang di depan gawang lawan.
Nilmaizar menilai dua kekalahan tersebut menjadi pelajaran penting bagi timnya. Ia menegaskan fokus utama saat ini adalah memperbaiki penyelesaian akhir serta memperkuat organisasi pertahanan.
“Kami tahu di mana letak kelemahan kami sebelumnya. Sekarang fokus kami memperbaiki finishing dan menjaga pertahanan,” jelasnya.
Tekanan Suporter Jadi Ujian Mental

Selain aspek teknis, Nilmaizar juga menekankan pentingnya kekuatan mental pemain. Bermain di hadapan pendukung tuan rumah dipastikan akan memberikan tekanan tersendiri bagi timnya.
Namun pelatih berpengalaman itu memastikan tim tidak datang hanya untuk bermain aman.
“Kami tidak datang hanya untuk bermain. Target kami jelas, yakni membawa pulang kemenangan,” tegasnya.
Kapten tim Rachmat Hidayat juga menyuarakan semangat yang sama. Ia mengaku masih menyimpan rasa penasaran setelah dua kali kalah dari Adhyaksa FC musim ini.
Menurutnya, seluruh pemain memiliki motivasi besar untuk membalas kekalahan tersebut dan membawa pulang poin penting.
“Saya masih penasaran karena tim sudah dua kali kalah dari mereka. Pertemuan berikutnya kami harus berjuang lebih keras agar bisa membawa pulang poin,” kata Rachmat.
Otto Kapisa Makin Percaya Diri Usai Cetak Gol Perdana

Sementara itu, bek tangguh Octovianus Otto Kapisa juga menunjukkan perkembangan signifikan. Gol perdananya di kompetisi profesional membuat pemain asal Biak, Papua itu semakin percaya diri membantu tim mencapai target promosi.
“Gol perdana saya membuat saya lebih percaya diri. Saya percaya Sumsel United bisa mencapai target ke Liga 1 atau Super League,” ujar Otto Kapisa, Senin (16/3/2026).
Sumsel United saat ini berada di peringkat ketiga klasemen sementara Pegadaian Championship 2025/2026 dengan koleksi 37 poin dari 21 pertandingan.
Gol bersejarah Otto Kapisa tercipta saat menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring pada pekan ke-21. Hanya dalam waktu empat menit, bek bernomor punggung 3 itu berhasil menjebol gawang lawan lewat tendangan spekulasi keras setelah menerima umpan dari Diego Pires Dall’Oca.
Gol tersebut menjadi yang pertama dalam karier profesional pemain kelahiran 15 Desember 1996 itu.
“Ini gol pertama saya di level profesional. Saya persembahkan untuk anak dan istri saya,” ungkap Otto dengan penuh haru.
Fleksibilitas Posisi Jadi Kekuatan
Meski memiliki postur 184 cm yang identik dengan bek tengah, Otto menunjukkan fleksibilitas dengan mampu bermain sebagai fullback kiri.
Perubahan posisi itu ternyata bukan hal baru bagi dirinya. Saat bermain untuk PSBS Biak, Otto memang sering ditempatkan di sektor tersebut.
“Sebagai pemain profesional, saya siap bermain di posisi apa pun sesuai kebutuhan tim,” katanya.
Dalam pertandingan melawan Sriwijaya FC, Otto tampil impresif dengan statistik solid, yakni 1 tembakan tepat sasaran, 2 tekel sukses, 6 intersep, 5 clearance, 24 umpan sukses, dan 1 umpan silang berhasil.
Liburan Tetap Disiplin Latihan
Di tengah jadwal kompetisi yang padat, Sumsel United sempat meliburkan tim. Otto memanfaatkan waktu tersebut untuk pulang ke kampung halamannya di Biak, Papua.
Meski libur, ia tetap menjalankan program latihan yang dipantau staf pelatih melalui zoom training setiap hari.
Selain latihan daring, Otto juga menjalani latihan tambahan di Pantai Opiaref Biak Timur bersama keluarganya, yakni sang istri Mosaba Theresia Wakdomi dan anaknya Ekklesia Kapisa.
“Liburan tetap latihan. Saya juga latihan tambahan di pantai bersama keluarga,” ujarnya.
Di luar lapangan, Otto dikenal memiliki hobi menyanyi dan bermain musik. Ia juga mengidolakan legenda sepak bola Brasil Roberto Carlos.
Target Promosi Masih Terbuka
Dengan posisi yang masih berada di papan atas klasemen, peluang Sumsel United untuk promosi ke Liga 1 atau Super League masih terbuka lebar.
Namun Nilmaizar mengingatkan seluruh pemain agar tetap fokus dan tidak kehilangan konsistensi di sisa pertandingan musim ini.
Menurutnya, setiap laga yang tersisa akan menjadi penentu apakah Sumsel United mampu mewujudkan ambisi besar kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.



