Biaya Lawatan Prabowo Jadi Sorotan, Sekali ke Luar Negeri Bisa Habiskan Rp20 Miliar

Deadline – Perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi perhatian publik. Dalam satu kali lawatan kenegaraan, anggaran yang dikeluarkan diperkirakan mencapai Rp10 miliar hingga Rp20 miliar. Besarnya biaya bergantung pada jarak negara tujuan, lama kunjungan, dan jumlah delegasi yang ikut dalam rombongan presiden.

Biaya perjalanan tersebut mencakup berbagai kebutuhan utama. Pemerintah menggunakan pesawat kepresidenan seperti Boeing Business Jet 2 dan penerbangan khusus untuk rombongan besar. Selain itu, anggaran juga digunakan untuk hotel, pengamanan, logistik, hingga operasional kegiatan diplomasi selama berada di luar negeri.

Sorotan publik semakin kuat setelah muncul informasi soal biaya hotel rombongan Presiden Prabowo saat kunjungan ke Paris. Total tarif kamar yang digunakan disebut mencapai Rp5,8 miliar hanya untuk akomodasi selama kunjungan berlangsung.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran negara, perjalanan luar negeri Presiden RI ini ikut menuai kritik. Pada 22 Januari 2025, Prabowo menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang memangkas perjalanan dinas pejabat hingga 50 persen. Kebijakan itu menjadi bagian dari langkah efisiensi anggaran sebesar Rp306,6 triliun.

Namun dalam sekitar 15 bulan masa pemerintahannya, Prabowo tercatat telah melakukan lebih dari 49 perjalanan ke 28 negara. Jumlah tersebut hampir dua kali lebih banyak dibanding lawatan Presiden Joko Widodo dalam periode yang sama.

Data itu juga menunjukkan Prabowo menghabiskan sekitar 95 hingga 112 hari berada di luar negeri. Jika dihitung, durasi tersebut setara hampir empat bulan penuh hari kerja tanpa libur.

Baca Juga  Isu Letkol Teddy Viral: Cuitan Lama Tahun 2013 Picu Tuduhan Sensitif

Lawatan terbaru dilakukan saat menghadiri KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina. Selain itu, Prabowo juga tercatat sangat sering mengunjungi Prancis sejak dilantik menjadi Presiden Indonesia pada 20 Oktober 2024.

Prabowo sudah empat kali datang ke Prancis dalam masa pemerintahannya. Kunjungan pertama dilakukan pada Juli 2025. Setelah itu, Prabowo kembali mengunjungi Prancis pada 23 Januari 2026, 14 April 2026, dan terakhir pada 27 Mei 2026.

Secara keseluruhan, sejak dilantik menjadi presiden, Prabowo disebut telah melakukan 53 kali kunjungan ke luar negeri.

Pola diplomasi Presiden Prabowo juga dinilai memiliki nuansa simbolik yang sangat kuat. Ia beberapa kali tampil sebagai tamu kehormatan dalam berbagai parade dan perayaan internasional, mulai dari Hari Republik India, Bastille Day Prancis, hingga parade 80 Tahun Kemenangan Cina di Lapangan Tiananmen.

Saat berada di Prancis, Prabowo bahkan sempat menyampaikan pernyataan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa dulu dirinya hanya bisa menonton acara Bastille Day dari pinggir jalan, namun kini berdiri bersama presiden di podium kehormatan.

Pernyataan tersebut dianggap menunjukkan pentingnya simbol dan panggung internasional dalam diplomasi pemerintahan Prabowo. Kehadiran dalam forum dunia memang dapat meningkatkan visibilitas Indonesia, namun sejumlah pihak menilai diplomasi tersebut perlu menghasilkan manfaat nyata bagi kepentingan nasional.

Kritik muncul karena lawatan luar negeri dinilai terlalu sering dilakukan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit. Banyak pihak mempertanyakan hasil konkret yang diperoleh Indonesia dari aktivitas diplomasi internasional yang sangat aktif tersebut.

Baca Juga  Ucapan Prabowo Kabur Saja ke Yaman Picu Amarah, Publik Ingat Jejak Kabur ke Yordania

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis merupakan bagian dari agenda resmi kenegaraan yang sudah direncanakan sejak tahun sebelumnya dan sempat beberapa kali mengalami penjadwalan ulang.

Teddy mengatakan Presiden tiba di Bandara Orly, Paris, pada Selasa 26 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 waktu setempat setelah menempuh penerbangan selama 16 jam.

Menurut Teddy, kunjungan tersebut diharapkan memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Prancis. Saat ini kedua negara disebut memiliki banyak kerja sama penting di berbagai bidang.

Pemerintah juga menilai Indonesia memiliki posisi penting sebagai gerbang hubungan Eropa menuju Asia. Sebaliknya, Prancis dianggap menjadi salah satu pintu utama hubungan Asia Tenggara menuju kawasan Eropa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER