Deadline – Nanik S Deyang kembali menjadi perhatian publik setelah ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Penunjukan tersebut membuat perjalanan karier politik dan birokrasinya kembali mendapat sorotan, termasuk keterlibatannya dalam polemik kasus hoaks Ratna Sarumpaet yang menghebohkan Indonesia pada 2018.
Nanik S Deyang diketahui menjadi salah satu pihak yang menyampaikan informasi dugaan pengeroyokan terhadap Ratna Sarumpaet kepada Prabowo Subianto yang saat itu menjadi calon presiden. Informasi tersebut diteruskan sebelum fakta sebenarnya terungkap ke publik.
Pada saat itu, Ratna Sarumpaet mengaku menjadi korban pengeroyokan. Klaim tersebut dengan cepat menyebar luas dan memicu perhatian masyarakat serta sejumlah tokoh politik nasional. Banyak pihak mempercayai informasi tersebut karena menganggapnya sebagai peristiwa yang benar-benar terjadi.
Nanik S Deyang termasuk orang yang menerima informasi tersebut dan kemudian menyampaikannya kepada Prabowo Subianto. Namun seiring berjalannya penyelidikan, fakta yang muncul justru berbeda dari klaim awal.
Kabar mengenai pengeroyokan terhadap Ratna Sarumpaet terbukti tidak benar. Pengakuan tersebut akhirnya terbongkar dan menjadi salah satu kasus hoaks paling menyita perhatian publik pada tahun 2018. Terungkapnya kebohongan itu membuat sejumlah pihak yang sebelumnya mempercayai informasi tersebut ikut terseret dalam polemik, termasuk Nanik S Deyang yang berperan menyampaikan informasi kepada Prabowo sebelum fakta sebenarnya diketahui.
Kasus Ratna Sarumpaet kemudian menjadi pelajaran penting mengenai perlunya verifikasi informasi sebelum disebarluaskan. Peristiwa itu juga menunjukkan bagaimana sebuah informasi yang belum teruji kebenarannya dapat memengaruhi opini publik dan dinamika politik nasional.
Dari Wartawan hingga Puncak Badan Gizi Nasional
Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Sebelum terjun ke dunia politik dan pemerintahan, ia berkarier sebagai wartawan di Tabloid Bangkit.
Namanya semakin dikenal setelah bergabung dalam tim sukses Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2019. Kedekatannya dengan Prabowo kemudian membuka jalan bagi keterlibatannya dalam pemerintahan setelah kemenangan Prabowo pada Pemilihan Presiden 2024.
Dari sisi pendidikan, Nanik merupakan lulusan Sarjana Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Kehutanan di Universitas Gadjah Mada.
Menjabat Wakil Kepala Pengentasan Kemiskinan
Pada Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto melantik Nanik S Deyang sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan untuk periode 2024 hingga 2029.
Dalam posisi tersebut, ia mendampingi Budiman Sudjatmiko untuk merumuskan berbagai program pengentasan kemiskinan dan penanganan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Masuk ke Badan Gizi Nasional
Karier birokrasi Nanik S Deyang berlanjut ketika Presiden Prabowo melantiknya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional pada 17 September 2025.
Seiring pelantikan tersebut, ia diberhentikan dari jabatan sebelumnya agar dapat fokus menjalankan tugas di BGN. Dalam lembaga itu, Nanik S Deyang dipercaya menangani bidang komunikasi publik dan investigasi.
Selama menjabat, ia aktif melakukan pemantauan lapangan, evaluasi penggunaan anggaran, serta penutupan sejumlah dapur pelayanan gizi yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan.
Rangkap Jabatan sebagai Komisaris Independen Pertamina
Selain bertugas di pemerintahan, Nanik juga dipercaya mengisi posisi strategis di perusahaan pelat merah.
Pada 12 Juni 2025, Kementerian BUMN menunjuknya sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero). Jabatan tersebut diberikan untuk memperkuat fungsi pengawasan serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Resmi Pimpin Badan Gizi Nasional
Puncak karier Nanik terjadi pada 2 Juni 2026. Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana.
Pengumuman tersebut disampaikan secara resmi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dengan jabatan baru tersebut, Nanik memegang tanggung jawab penuh dalam memimpin pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional pemerintah.
Dalam menjalankan tugasnya, Nanik S Deyang didampingi dua wakil kepala baru, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Penunjukan ini menempatkan Nanik sebagai orang nomor satu di Badan Gizi Nasional sekaligus menjadi salah satu pejabat yang memegang peran penting dalam pelaksanaan program peningkatan gizi masyarakat di seluruh Indonesia.



