Deadline | Salah satu masalah yang masih belum menemukan solusi konkret di Jakarta adalah persoalan pembuangan minyak jelantah. Minyak jelantah yang merupakan sisa hasil pengolahan makanan dapat menjadi ancaman bagi lingkungan apabila dibuang sembarangan tanpa penanganan yang tepat.
Untuk itu, sejumlah mahasiswa Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR dari konsentrasi Public Relations & Digital Communication kelas PRDC27-1SP menggelar program Community Development bertajuk “Pesanggrahan Berpijar“ bagi masyarakat Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (21/06) di RPTRA Nusantara, Ulujami, Jakarta Selatan.
Tujuan Program Pesanggrahan Berpijar
Program “Pesanggrahan Berpijar” bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan hidup.
Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa minyak jelantah yang sudah tidak terpakai masih dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Beberapa contoh hasil pengolahan minyak jelantah antara lain lilin aromaterapi, sabun, hingga biodiesel.

Dukungan dari Berbagai Pihak
Kelurahan Ulujami
Dalam keterangannya, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Ulujami, Subiyanto, SH., MM, menyampaikan harapannya agar perguruan tinggi dapat lebih aktif terlibat dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Ada harapan agar perguruan tinggi tidak berdiri sendiri. Perguruan tinggi harus melihat masalah nyata yang ada di masyarakat. Mahasiswa tidak boleh hanya berada di kampus, tetapi juga turun langsung ke masyarakat untuk melihat persoalan yang ada dan mencari solusi yang bermanfaat.”
Komunitas Sudut Ilmu
Sementara itu, Auliatunnisa Kamila, Teacher AKKOM Sudut Ilmu, berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Harapan saya, kegiatan Pesanggrahan Berpijar ini tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi dapat berkelanjutan dan tidak hanya dilaksanakan di wilayah Ulujami. Kegiatan ini diharapkan bermanfaat, tidak hanya secara personal, tetapi juga bagi masyarakat yang lebih luas.”
Perwakilan LSPR
Mewakili LSPR, Salsabila Andi Akil, M.I.Kom, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kepedulian terhadap persoalan limbah rumah tangga yang sering kali dianggap sepele.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat permasalahan yang sering terjadi di sekitar kita, salah satunya limbah minyak jelantah. Ketika berbicara tentang pencemaran lingkungan, sering kali yang terbayang adalah masalah besar. Padahal, pencemaran lingkungan juga bisa berasal dari aktivitas sehari-hari di rumah tangga, seperti membuang minyak jelantah sembarangan. Selain mencemari lingkungan, penggunaan minyak goreng secara berulang juga dapat menimbulkan masalah kesehatan.”
Harapan Ketua Pelaksana
Ketua Pelaksana Pesanggrahan Berpijar, Chrisyella Cysile Tanada, mengapresiasi dukungan masyarakat dan pihak RPTRA yang telah membantu pelaksanaan kegiatan.
“Masyarakat Ulujami dan pihak RPTRA menyambut kami dengan hangat serta membantu dalam mempersiapkan acara. Harapan saya, dampak dari kegiatan ini dapat terus berlanjut. Kami akan sangat bangga dan senang apabila program ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.”
Rangkaian Kegiatan
Konferensi Pers dan Workshop
Kegiatan “Pesanggrahan Berpijar” diawali dengan konferensi pers, kemudian dilanjutkan dengan workshop pengolahan minyak jelantah bersama Bank Sampah Akademi Kompos.

Edukasi dan Pameran Produk
Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai proses pengolahan limbah minyak jelantah menjadi berbagai produk bernilai guna. Hasil olahan tersebut diperkenalkan melalui area pameran (exhibition) yang dikemas dalam berbagai zona kreatif.
Kampanye Berkelanjutan
Booklet Edukasi dan Konten Digital
Sebagai tindak lanjut pasca-acara, tim Pesanggrahan Berpijar akan menghadirkan booklet edukasi praktis tentang pembuatan lilin aromaterapi dalam versi cetak maupun digital.
Selain itu, kampanye kesadaran lingkungan akan terus dilakukan melalui User Generated Content (UGC) dan video rekap yang dipublikasikan di Instagram. Upaya ini dilakukan untuk menjaga konsistensi edukasi serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan limbah minyak jelantah dan pelestarian lingkungan.



