Deadline – Kekalahan mengejutkan datang dari panggung ONE Championship. Rodtang kalah TKO pertama kali dalam 13 tahun menjadi sorotan utama setelah petarung asal Thailand itu tumbang di ajang ONE Samurai 1.
Rodtang Jitmuangnon mengalami kekalahan paling pahit dalam kariernya saat menghadapi Takeru Segawa di Ariake Arena, Rabu (29/4/2026). Dalam duel ulang perebutan sabuk interim kelas terbang kickboxing, Rodtang dihentikan melalui TKO di ronde kelima.
Rodtang kalah TKO pertama kali sejak 2013 menandai berakhirnya rekor panjang ketangguhan “The Iron Man”. Saat itu, ia masih berusia 15 tahun. Sejak bergabung di ONE Championship, Rodtang dikenal hampir tak tersentuh dan mendominasi lawan-lawannya.
Namun, laga kali ini menghadirkan cerita berbeda. Takeru tampil jauh lebih siap dibanding pertemuan pertama mereka di ONE 172, di mana Rodtang menang hanya dalam 80 detik.
Persiapan matang menjadi kunci. Setelah sebelumnya dikabarkan bertarung dengan cedera tulang rusuk, Takeru menjalani latihan intensif selama berbulan-bulan di Amerika Serikat dan Jepang. Hasilnya terlihat jelas sejak ronde awal.
Rodtang mencoba mengulang strategi lama dengan hook kiri ke arah dagu. Namun, Takeru mampu membaca pola tersebut. Ia bertahan dengan baik, lalu membalas dengan kombinasi tendangan dan pukulan yang membuatnya semakin percaya diri.
Momentum berbalik drastis di ronde kedua. Dua hook kiri Takeru menjatuhkan Rodtang ke kanvas dalam dua kesempatan berbeda. Meski sempat bangkit, kondisi Rodtang mulai terlihat goyah.
Pertarungan berubah menjadi perang terbuka hingga ronde keempat. Kedua petarung saling melancarkan serangan keras tanpa henti. Namun, puncaknya terjadi di ronde kelima.
Pukulan kanan Takeru kembali menjatuhkan Rodtang. Serangan lanjutan berupa hook kiri dan pukulan kanan membuat Rodtang tak mampu bertahan. Meski sempat berdiri, pukulan terakhir membuatnya tersandar di tali ring hingga wasit menghentikan laga pada menit 2:22 ronde kelima.
Kemenangan ini menjadi penutup sempurna bagi karier profesional Takeru. Ia mengakhiri perjalanan dengan rekor 46 kemenangan dan 5 kekalahan, sekaligus membawa pulang sabuk interim dan bonus sebesar 15 juta yen atau sekitar Rp1,65 miliar.
Di sisi lain, Rodtang terlihat terpukul. Ia sempat terdiam lama di atas ring sebelum akhirnya meninggalkan arena. Video di belakang panggung menunjukkan emosinya yang tak terbendung.
Melalui media sosial, Rodtang menyampaikan pesan menyentuh. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada keluarga dan para penggemar yang tetap mendukungnya di masa sulit.
Dukungan juga datang dari sang istri, Aida Looksaikongdin Yoohanngoh, yang meminta Rodtang untuk tidak larut dalam kesedihan dan terus berjuang.
Rodtang kalah TKO pertama kali dalam 13 tahun bukan hanya soal kekalahan, tetapi juga menjadi titik balik karier seorang legenda. Publik kini menantikan apakah “The Iron Man” mampu bangkit dan kembali ke puncak.



