Banjir Bandang Tutup Tempat Wisata Jateng, Korban Jiwa Muncul

Deadline – Banjir bandang Jawa Tengah memaksa penutupan sementara sejumlah tempat wisata. Langkah ini dilakukan demi keselamatan pengunjung.

Penutupan tempat wisata Jawa Tengah dilakukan setelah fasilitas wisata rusak parah dan muncul korban jiwa. Peristiwa paling serius terjadi di kawasan wisata religi Gunung Tidar, Kota Magelang.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, AR Hanung Triyono, menyatakan penutupan berlaku di empat daerah. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Tegal, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang. Data ini berlaku per 25 Januari 2026 dan bersifat dinamis.

Guci Tegal Rusak Parah Disapu Banjir Bandang

Banjir bandang Guci Tegal terjadi pada 24 Januari 2026. Luapan Sungai Gung menerjang kawasan wisata Guci.

Sejumlah destinasi rusak berat. Lokasi terdampak meliputi Pancuran 13, Kolam Barokah, Pancuran 5, Kolam Guciku, Kolam GTA, dan Serwiti Paradise. Tiga jembatan penyeberangan hanyut. Saluran pipa air hangat ikut rusak.

Meski demikian, kawasan wisata Guci tetap dibuka terbatas. Masyarakat masih bisa masuk secara gratis, tanpa menikmati fasilitas yang rusak.

Baturraden dan Curug Banyumas Ikut Ditutup

Tempat wisata Banyumas ditutup akibat luapan Sungai Kali Pangkon. Dampak banjir merusak infrastruktur di kawasan Lokawisata Baturraden.

Penutupan juga berlaku di Telaga Sunyi, Curug Bayan, dan Curug Tirta Sela. Tidak ada korban jiwa di wilayah ini.

Baca Juga  Tragis! Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur Tewaskan 7 Orang, Puluhan Luka-Luka

Magelang Jadi Lokasi Korban Jiwa

Bencana wisata Magelang menelan korban jiwa. Angin kencang menerjang kawasan Ziarah Gunung Tidar pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Dua pohon pinus tumbang dan menimpa lima peziarah. Satu orang meninggal dunia. Korban bernama Sri Istantini, 64 tahun, warga Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.

Peristiwa serupa terjadi di Air Terjun Kedung Kayang. Satu pohon tumbang di area spot foto dan melukai tiga orang. Pengelola menutup spot foto tersebut sementara waktu.

Pemerintah Minta Pengelola Siaga Cuaca

Disbudparekraf Jawa Tengah meminta pengelola wisata meningkatkan kewaspadaan. Penutupan sementara dianjurkan jika kondisi tidak aman.

Jika tetap buka, pengelola diminta menerapkan sistem buka tutup. Kebijakan ini harus mengikuti kondisi cuaca dan imbauan BMKG.

BPBD Jawa Tengah juga mengingatkan potensi bencana susulan. Masyarakat diminta waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai.

Data BPBD mencatat kerusakan berat di wisata Guci. Jembatan Jedor, Jembatan Pancuran 13, dan jembatan gantung Pancuran 5 hanyut. Satu unit ekskavator mini ikut terbawa arus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER