Deadline – Gisella Anastasia love scamming menjadi sorotan setelah Gisel menyampaikan pandangan jujurnya soal fenomena love scamming dan love bombing. Ia berbicara terbuka berdasarkan pengalaman pribadi dalam hubungan.
Gisella Anastasia love scamming ia bahas saat menghadiri pemutaran film di Metropole XXI, Selasa 27 Januari. Gisel menilai cerita dalam film tersebut sangat ekstrem dan terstruktur. Ia menyebut situasi di film jauh melampaui pengalaman pribadinya.
“Belum pernah mengalami love scamming yang seteratur dan separah di film ini,” kata Gisel di lokasi acara.
Meski demikian, Gisel mengakui pernah berada di fase terbuai perhatian berlebihan di awal hubungan. Ia menyebut fase itu sebagai love bombing. Pengalaman tersebut ia anggap sebagai pelajaran penting.
“Kalau ketipu love bombing di awal, aku pernah. Dan itu gapapa. Jadikan pembelajaran ke depan,” ujarnya.

Gisel menjelaskan bahwa logika membantunya keluar dari situasi tersebut. Ia menilai keseimbangan antara perasaan dan akal sehat sangat menentukan arah hubungan.
“Cara lepas dari love bombing waktu itu, untungnya aku lumayan logis,” kata Gisel.
Menurut Gisel, sikap logis itu terbentuk dari proses hidup yang ia jalani. Ia percaya hubungan tidak bisa dibangun hanya dengan emosi.
“Aku lumayan logis karena diajarin kehidupan juga. Jadi seharusnya gak main perasaan doang,” ucapnya.
Di akhir pernyataan, Gisel menyampaikan pesan tegas. Ia meminta siapa pun untuk percaya pada intuisi sejak awal hubungan.
“Kalau feeling sudah gak bagus, mending cabut aja. Keluar dari lingkaran itu,” tutup Gisel.
Pernyataan Gisella Anastasia langsung memicu respons warganet. Banyak yang merasa ucapannya relevan dengan kondisi hubungan saat ini. Kasus manipulasi emosional sering berawal dari perhatian berlebihan di awal relasi.



