Jantung Berdebar Jangan Dianggap Sepele, Kenali 8 Penyebab dan Cara Meredakannya

Deadline – Jantung berdebar sering dianggap sebagai kondisi biasa, terutama saat seseorang sedang cemas, stres, atau baru selesai berolahraga. Namun, dalam beberapa kasus, keluhan ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Jantung berdebar atau palpitasi adalah sensasi ketika jantung berdetak lebih cepat, lebih kuat, atau tidak teratur. Bahkan, sebagian orang dapat merasakan denyutan tersebut hingga ke area leher dan tenggorokan.

Pada kondisi normal, detak jantung orang dewasa saat beristirahat berkisar antara 60 hingga 100 kali per menit. Ketika jumlah detak melebihi batas tersebut, seseorang biasanya akan merasakan debaran yang lebih kuat di bagian dada.

Meski sering kali tidak berbahaya, jantung berdebar yang muncul berulang atau disertai gejala lain perlu diwaspadai. Gejala tersebut dapat berupa nyeri dada, sesak napas, pusing, mual, keringat dingin, tubuh lemas, hingga nyeri yang menjalar ke bahu atau punggung.

Penyebab Jantung Berdebar yang Perlu Diketahui

1. Anemia

Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kondisi ini dapat membuat jantung bekerja lebih keras sehingga menimbulkan sensasi berdebar.

Selain jantung berdebar, penderita anemia biasanya mengalami kelelahan, wajah pucat, dan sesak napas.

2. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme merupakan kondisi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon secara berlebihan. Peningkatan hormon ini dapat mempercepat berbagai fungsi tubuh, termasuk denyut jantung.

Baca Juga  Makanan Untuk Penderita Infeksi Saluran Kencing: 6 Pantangan Penting agar Cepat Sembuh

Penderita hipertiroidisme sering mengalami kecemasan, sulit tidur, mudah berkeringat, tubuh gemetar, cepat lelah, dan jantung berdebar. Pada sebagian kasus, kondisi ini juga dapat memicu fibrilasi atrium atau gangguan irama jantung.

3. Hipoglikemia

Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah turun di bawah 70 mg/dL. Saat kadar gula darah terlalu rendah, tubuh akan memberikan respons berupa jantung berdebar.

Gejala lain yang sering muncul adalah pusing, tubuh lemas, berkeringat, dan sulit berkonsentrasi.

4. Dehidrasi

Kurangnya cairan dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi. Saat kondisi ini terjadi, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Selain jantung berdebar, dehidrasi biasanya ditandai dengan bibir kering, urine berwarna lebih pekat, tubuh lemas, serta frekuensi buang air kecil yang berkurang.

5. Aritmia

Aritmia merupakan gangguan irama jantung yang menyebabkan detak jantung terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.

Kondisi ini termasuk penyebab serius yang membutuhkan pemeriksaan medis karena dapat mengganggu kemampuan jantung memompa darah secara optimal.

6. Demam

Ketika suhu tubuh meningkat di atas 38 derajat Celsius, tubuh akan bekerja lebih keras untuk melawan infeksi atau peradangan yang terjadi.

Akibatnya, denyut jantung bisa meningkat dan menimbulkan sensasi berdebar. Kondisi ini biasanya disertai nyeri tubuh, pusing, dan rasa lemas.

7. Serangan Panik

Serangan panik dapat muncul secara tiba-tiba dan menimbulkan rasa takut yang sangat kuat. Kondisi ini sering disertai jantung berdebar, keringat dingin, gemetar, mual, hingga perasaan tidak berdaya.

Baca Juga  Makanan Darah Rendah: 5 Pantangan yang Bisa Picu Pusing dan Tubuh Lemas

Pemicu serangan panik dapat berupa stres, kelelahan, atau situasi tertentu yang menimbulkan kecemasan berlebihan.

8. Perubahan Hormon pada Wanita

Perubahan hormon selama kehamilan, menstruasi, atau menopause juga dapat memengaruhi denyut jantung.

Keluhan jantung berdebar akibat perubahan hormon umumnya bersifat sementara dan akan membaik seiring stabilnya kadar hormon dalam tubuh.

Obat-obatan Juga Bisa Menjadi Pemicu

Selain penyakit tertentu, beberapa jenis obat dapat menyebabkan jantung berdebar sebagai efek samping. Di antaranya obat tekanan darah tinggi, antibiotik, obat asma, antihistamin, obat gangguan tiroid, serta obat dekongestan.

Karena itu, penting untuk memperhatikan keluhan yang muncul setelah mengonsumsi obat tertentu.

Cara Meredakan Jantung Berdebar

Pada sebagian besar kasus, jantung berdebar yang terjadi sesekali dan tidak disertai gejala lain dapat mereda tanpa pengobatan khusus.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi keluhan antara lain:

  • Menghindari rokok dan paparan nikotin.
  • Mengurangi konsumsi kopi, minuman berenergi, dan alkohol.
  • Menjalankan teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Tidak menggunakan narkoba atau obat terlarang seperti amfetamin dan kokain.
  • Memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup.
  • Makan secara teratur untuk mencegah gula darah turun.
  • Tidur minimal tujuh jam setiap malam.

Penerapan gaya hidup sehat dapat membantu menjaga kestabilan denyut jantung sekaligus mengurangi risiko munculnya palpitasi.

Baca Juga  Manfaat Sirsak untuk Kanker: Khasiatnya Viral, Tapi Ini Fakta Ilmiahnya

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Jantung berdebar tidak boleh dianggap sepele jika terjadi berulang, berlangsung lama, atau muncul bersama gejala lain seperti nyeri dada, sesak napas, pusing berat, hingga pingsan.

Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, termasuk penyakit jantung. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti sekaligus menentukan penanganan yang sesuai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER

Â