Deadline – Penembakan Salamanca Meksiko menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai belasan lainnya. Insiden terjadi di lapangan sepak bola Cabañas, lingkungan Loma de Flores, kota Salamanca, Meksiko tengah, Minggu.
Menurut laporan BBC pada Senin 26 Januari 2026, pelaku penembakan adalah sejumlah pria bersenjata datang dengan beberapa kendaraan. Mereka langsung menembaki penonton tanpa memilih sasaran.
Para saksi menyebut banyak warga masih berada di lapangan setelah pertandingan antarklub lokal berakhir. Tembakan dilepaskan ke arah kerumunan yang belum membubarkan diri.
Korban tewas mencakup satu perempuan dan satu anak. Hingga kini, aparat belum mengungkap motif penyerangan.
Warga sekitar mengaku mendengar sekitar 100 tembakan. Suara tembakan berlangsung singkat namun intens, membuat warga berhamburan mencari perlindungan.
Pasukan keamanan lokal dan federal langsung turun ke lokasi. Mereka membuka penyelidikan dan mengamankan area.
Insiden ini terjadi sehari setelah kekerasan lain di Salamanca. Dalam peristiwa terpisah, lima pria tewas dan satu orang diculik.
Guanajuato, negara bagian tempat Salamanca berada, mencatat jumlah pembunuhan tertinggi di Meksiko tahun lalu. Wilayah ini mengalami lonjakan kekerasan geng.
Geng-geng di Guanajuato terlibat pencurian minyak dan bahan bakar. Mereka juga menjalankan perdagangan narkoba dan pemerasan. Para pelaku kerap merampok truk tangki dan menyadap pipa minyak milik Pemex.
Salamanca menjadi target empuk karena menjadi lokasi kilang minyak utama Pemex. Serangan kekerasan kerap terkait perebutan kendali wilayah dan sumber ilegal.
Analis menilai persaingan Kartel Generasi Baru Jalisco atau CJNG dan Kartel Santa Rosa de Lima atau CSRL memicu banyak insiden brutal. Konflik ini memperparah situasi keamanan lokal.
Aktivitas kriminal mereka meluas lintas negara. Penyelundupan bahan bakar curian dan narkoba ikut menyebarkan kekerasan ke Amerika Serikat.
Tahun lalu, Departemen Luar Negeri AS menetapkan CJNG sebagai Organisasi Teroris Asing. AS juga menjatuhkan sanksi terhadap CSRL.
Presiden AS Donald Trump menjadikan pemberantasan geng pengedar narkoba sebagai prioritas. Ia sebelumnya menuding kartel mengendalikan Meksiko dan mengancam serangan darat terhadap teroris narkoba.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pekan lalu menyerahkan 37 tersangka ke AS. Langkah ini menandai tekanan internasional yang meningkat terhadap jaringan kartel.



