spot_img
spot_img

Perang Dunia 3 Meletus? Ini 7 Negara Paling Aman dari Ancaman Global

Deadline – Perang Dunia 3 kembali menjadi kekhawatiran dunia setelah konflik antara Iran dan Amerika Serikat memanas. Ketegangan meningkat tajam sejak Sabtu (28/2), ketika Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran di tengah pembahasan program nuklir negara tersebut.

Serangan itu memicu balasan cepat dari Iran. Teheran menyerang Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Irak. Situasi ini membuat dunia waspada terhadap potensi konflik berskala global.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa operasi tempur di Iran resmi dimulai. Ia menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk mengeliminasi ancaman terhadap kepentingan Amerika.

“Rezim ini akan segera menyadari bahwa tidak seorang pun boleh menantang kekuatan dan kehebatan angkatan bersenjata Amerika Serikat,” ujar Trump seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (1/3/2026).

Di tengah eskalasi ini, media asal Amerika Serikat, The Mirror US, mengungkap daftar tujuh negara yang diprediksi paling aman jika Perang Dunia 3 benar-benar pecah. Penilaian ini didasarkan pada faktor geografis, sikap politik luar negeri, serta kemampuan bertahan secara mandiri.

7 Negara Paling Aman dari Perang Dunia, Berikut daftar lengkapnya

1. Islandia

Islandia disebut sebagai negara paling aman jika perang global terjadi. Letaknya yang jauh di utara Bumi memberikan keuntungan isolasi geografis.

Negara ini juga dikenal sebagai salah satu yang paling damai di dunia dan dilaporkan tidak pernah terlibat dalam perang atau invasi apa pun. Posisi terpencil membuat Islandia relatif sulit dijangkau dalam konflik besar.

2. Selandia Baru

Berdasarkan Indeks Perdamaian Global, Selandia Baru berada di peringkat kedua sebagai negara paling damai. Negara ini dikenal mempertahankan sikap netral dalam banyak konflik internasional.

Selain itu, bentang alam pegunungan menjadi pertahanan alami yang dapat memperlambat atau menghalangi serangan dari luar.

3. Swiss

Swiss telah lama identik dengan kebijakan netralitas. Sejak Perang Dunia 2, negara ini konsisten tidak memihak dalam konflik internasional.

Dikelilingi pegunungan Alpen, Swiss memiliki perlindungan geografis yang kuat. Kombinasi netralitas politik dan bentang alam membuatnya dinilai relatif aman.

4. Indonesia

Indonesia masuk dalam daftar negara yang diprediksi aman jika Perang Dunia 3 pecah. Keuntungan ini berasal dari prinsip politik luar negeri “bebas dan aktif”.

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk tidak terlibat dalam pakta militer dan beroperasi secara independen dalam urusan internasional. Prioritas utamanya adalah menjaga perdamaian global.

Sikap non-blok ini dinilai dapat meminimalkan risiko terseret langsung dalam konflik bersenjata antarnegara besar.

5. Bhutan

Bhutan menyatakan netralitas dalam potensi konflik global setelah bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1971.

Seperti Swiss, negara ini memiliki perlindungan alami berupa wilayah pegunungan yang sulit ditembus. Faktor geografis menjadi keunggulan utama Bhutan.

6. Chile

Chile memiliki keunggulan dalam produksi pertanian dan sumber daya alam yang beragam. Ketahanan pangan dan kekayaan sumber daya dinilai penting jika terjadi perang besar.

Kemampuan bertahan secara mandiri dalam kondisi ekstrem membuat Chile masuk dalam daftar negara yang relatif aman.

7. Fiji

Fiji adalah negara kepulauan yang terletak sekitar 2.700 mil dari tetangga terdekatnya, Australia. Jarak ini memberikan perlindungan alami dari dampak langsung konflik besar.

Fiji memiliki kekuatan militer sekitar 6.000 personel. Selain itu, hutan lebat, cadangan mineral, dan area perikanan luas memungkinkan negara ini bertahan dalam situasi krisis global.

Ancaman Nyata atau Kekhawatiran Berlebihan?

Konflik Iran dan Amerika Serikat saat ini memang meningkatkan ketegangan internasional. Serangan dan balasan militer yang terjadi menunjukkan eskalasi serius.

Namun, daftar tujuh negara paling aman ini bersifat prediksi berdasarkan analisis media dan faktor objektif seperti lokasi geografis, kebijakan luar negeri, serta ketahanan sumber daya.

Situasi global masih terus berkembang. Dunia berharap diplomasi dapat meredakan ketegangan sebelum konflik meluas menjadi perang skala besar.

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Puaskah Anda dengan Kinerja Presiden Prabowo?

Related news