Deadline – Persija Jakarta menelan pil pahit di kandang sendiri. Arema FC datang sebagai tamu dan pulang membawa kemenangan meyakinkan. Skor 0-2 menutup laga pekan ke-20 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (8/2).
Kekalahan ini terasa lebih dalam. Persija Jakarta untuk pertama kalinya gagal meraih poin di kandang musim ini. GBK yang biasanya menjadi benteng, malam itu runtuh.
Sejak peluit awal, Arema FC langsung memberi kejutan. Baru berjalan kurang dari satu menit, Dalberto Luan Belo menembus kotak penalti Persija. Tembakannya masih bisa diamankan kiper Carlos Eduardo. Ancaman cepat ini menjadi sinyal bahaya.
Setelah itu, tempo laga melambat. Kedua tim bermain hati-hati. Persija Jakarta mencoba menguasai bola dan membangun serangan. Namun, lini depan Macan Kemayoran kerap buntu.
Justru Arema FC kembali mengancam. Menit ke-9, Hansamu Yama Pranata menyambut bola lewat sundulan. Bek pinjaman dari Persija itu hampir membuka skor. Pertahanan tuan rumah masih mampu memblok dan hanya menghasilkan sepak pojok.
Peluang emas Persija Jakarta baru hadir di menit ke-19. Gustavo Almeida berhadapan satu lawan satu dengan kiper Adi Satryo. Kesempatan itu gagal berbuah gol. Stadion bergemuruh, lalu terdiam.
Pertandingan berjalan alot hingga akhir babak pertama. Serangan dari kedua tim selalu mentok di lini belakang. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Memasuki babak kedua, Persija Jakarta mencoba tampil lebih agresif. Serangan cepat dilancarkan. Namun, peluang berbahaya justru datang dari Arema FC.
Menit ke-47, Joel Vinicius melepaskan tendangan keras. Carlos Eduardo tampil sigap dan menepis bola. Dua menit kemudian, Persija membalas lewat tendangan bebas Fabio Calonego. Bola melambung tipis di atas mistar.
Tekanan Persija Jakarta meningkat setelah menit ke-60. Dony Tri Pamungkas hampir memecah kebuntuan. Sepakan kerasnya ditepis Adi Satryo. Semenit berselang, Thales Lira menanduk bola ke arah gawang. Lagi-lagi, kiper Arema menggagalkan peluang.
Harapan sempat muncul di menit ke-77. Gustavo Almeida menjebol gawang Arema memanfaatkan bola rebound. GBK bergemuruh. Namun, euforia itu sirna. Wasit Thoriq Alkatiri menganulir gol setelah mengecek VAR. Maxwell lebih dulu berada dalam posisi offside.
Saat Persija Jakarta asyik menyerang, petaka datang. Menit ke-82, Gabriel Silva memulai serangan balik dari sisi kiri. Ia melakukan solo run panjang. Tembakan mendatarnya menembus gawang Carlos Eduardo. Arema FC unggul 1-0. Stadion GBK terhenyak.
Tertinggal, Persija meningkatkan tekanan. Eksel Runtukahu masuk untuk menambah daya gedor. Peluang hadir lewat Maxwell, Ridho, dan Gustavo. Gol tak kunjung datang.
Di masa injury time, luka Persija makin dalam. Gabriel Silva kembali berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Gol kedua tercipta. Arema FC memastikan kemenangan 0-2.
Peluit akhir berbunyi. Persija Jakarta tertunduk. Arema FC berpesta di kandang lawan. Malam di GBK berakhir dengan sunyi dan kekecewaan bagi Macan Kemayoran.



