Deadline – Garuda Muda sukses mengawali langkah di Grup B Piala Asia U-17 2026 dengan kemenangan penting. Menghadapi China, Indonesia menang tipis 1-0 dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh tekanan hingga menit akhir.
Garuda Muda vs China digelar di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Selasa (5/5/2026) malam WIB. Sejak awal pertandingan, China tampil dominan dengan tekanan bertubi-tubi ke lini pertahanan Indonesia. Tim asuhan Bin Ukishima lebih banyak menguasai bola dan mencoba membongkar pertahanan Merah Putih.
Garuda Muda tertekan di awal laga, bahkan kesulitan mengembangkan permainan. Setiap serangan yang dibangun dengan cepat dipatahkan oleh lini belakang China yang disiplin. Meski begitu, penyelesaian akhir China tidak efektif sehingga peluang demi peluang gagal berbuah gol.
Peluang pertama Indonesia baru hadir pada menit ke-33. Ichiro Akbar melepaskan ancaman dari depan kotak penalti, namun kiper Qin Ziniu sigap mengamankan bola. Menjelang akhir babak pertama, Chico Jericho sempat terjatuh di kotak penalti, tetapi wasit Abdullah Dhafer Al Shehri tidak memberikan hadiah penalti.
China kembali mengancam lewat serangan balik cepat. Li Junpeng melepaskan tembakan keras, namun masih melebar dari gawang Indonesia. Hingga turun minum, skor tetap 0-0 meski China unggul dalam penguasaan permainan.

Memasuki babak kedua, Garuda Muda masih kesulitan menembus pertahanan China. Minimnya kreativitas di lini tengah membuat peluang Indonesia nyaris tak terlihat. Sebaliknya, China terus menekan dan menciptakan beberapa peluang berbahaya.
Pada menit ke-62, kiper Indonesia Mike Rajasa tampil gemilang dengan menepis sepakan jarak dekat Kong Xinuo. Aksi tersebut menjadi salah satu penyelamatan krusial yang menjaga asa Indonesia tetap hidup.
Indonesia sempat mencetak gol pada menit ke-68 melalui sundulan, namun dianulir wasit karena terjadi handball terlebih dahulu. Keputusan ini membuat tekanan mental terhadap skuad Garuda Muda semakin besar.
China terus menggempur di sisa waktu pertandingan. Namun, lini pertahanan Indonesia tampil disiplin dan mampu meredam setiap ancaman yang datang.
Gol penentu akhirnya hadir di menit ke-87. Keanu Sanjaya menjadi pahlawan setelah sukses memanfaatkan umpan lambung matang dari Matthew Baker. Sepakan terarahnya tak mampu dihentikan kiper China, mengubah skor menjadi 1-0 untuk Indonesia.
Di sisa waktu pertandingan, Garuda Muda mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk melangkah lebih jauh di turnamen.

Hasil ini menempatkan Indonesia di posisi kedua Grup B dengan tiga poin, tepat di bawah Jepang yang sebelumnya menang 3-1 atas Qatar. Sementara itu, China dan Qatar harus puas berada di posisi bawah tanpa poin.
Kemenangan ini menunjukkan ketangguhan mental dan disiplin permainan Garuda Muda, terutama saat menghadapi tekanan sepanjang pertandingan. Meski belum tampil dominan, efektivitas dan pertahanan solid menjadi kunci sukses Indonesia meraih tiga poin perdana.
Susunan Pemain
Indonesia:
Mike Rajasa Hoppenbrouwers, Farik Rizki, Matthew Baker, Peres Akwila Tjoe, Farrel Luckyta, Pandu Aryo Wicaksono, Noha Pohan (Girly Andrade 45′), Chico Jericho Yarangga, Fardan Faras (Miraj Sulaeman 74′), Dava Yunna (Sean Kastor 65′), Ichiro Akbar Al Buchori (Keanu Sanjaya 66′)
China:
Qin Ziniu, Jin Yucheng (Wang Xiuhao 90+3′), Nan Zixun, Li Junpeng, Zhang Xuyao, Zhou Yunuo, He Sifan (Kong Xinuo 45′), Wan Xiang (Zhao Songyuan 75′), Wang Heyi (Bian Weihao 84′), Pan Chaowei, Shuai Weihao



