Deadline – Skandal ASN Cilacap menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik patungan uang untuk tunjangan hari raya (THR) bupati. Nilainya tidak kecil. Setiap aparatur sipil negara (ASN) diduga menyetor antara Rp3 juta hingga Rp10 juta.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut pengumpulan uang dilakukan oleh staf secara mandiri. Bahkan, ada staf yang terpaksa meminjam uang demi memenuhi setoran tersebut.
“Pengumpulan dari para staf di bawahnya ada yang bernilai Rp3 juta hingga Rp10 juta. Itu dikumpulkan dari beberapa staf,” ujar Budi di Jakarta, Rabu (6/5).
Alur Setoran Berjenjang Terungkap
KPK menemukan pola pengumpulan dana yang terstruktur. Uang dari staf diserahkan ke atasan, lalu naik secara berjenjang hingga ke level pimpinan.
Menurut KPK, praktik ini mengarah pada dugaan pemerasan. Bupati diduga menekan perangkat daerah. Tekanan itu lalu diteruskan ke staf di bawahnya.
“Ini menjadi berjenjang dugaan tindak pemerasan yang dilakukan oleh bupati kepada para perangkat daerah,” kata Budi.
Meski begitu, KPK belum menemukan bukti bahwa uang tersebut berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Semua masih berasal dari pengumpulan internal pegawai.
Bupati dan Sekda Jadi Tersangka
Dalam kasus ini, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia tidak sendiri. Sekretaris Daerah Cilacap, Sadmoko Danardoo, juga ikut terseret.
Penetapan tersangka dilakukan setelah operasi tangkap tangan pada 13 Maret 2026. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 26 orang dan sejumlah uang tunai.
Target Rp750 Juta, Terkumpul Rp610 Juta
KPK mengungkap adanya target pengumpulan dana hingga Rp750 juta. Rinciannya, Rp515 juta diduga untuk THR Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sisanya untuk kepentingan pribadi.
Namun saat operasi dilakukan, dana yang terkumpul baru mencapai Rp610 juta.
Pemeriksaan Pejabat Daerah Berlanjut
Penyidikan masih berjalan. KPK terus memeriksa sejumlah pejabat daerah untuk mengungkap alur perintah dan mekanisme pengumpulan uang.
Beberapa saksi yang diperiksa antara lain:
- Aris Munandar
- Bayu Prahara
- Annisa Fabriana
- Budi Santosa
- Jarot Prasojo
- Indarto
KPK menegaskan pemeriksaan difokuskan pada perintah awal hingga proses distribusi uang.
Fakta Penting Skandal ASN di Cilacap
Kasus ini menunjukkan pola tekanan dari pimpinan ke bawahan dalam pengumpulan dana. Nilai setoran yang tinggi membuat sebagian staf harus mencari pinjaman. KPK kini menelusuri lebih dalam peran setiap pihak dalam rantai pengumpulan uang tersebut.



