Deadline – Setoran Rp500 juta diduga diberikan untuk menjaga hubungan bisnis dengan Pemerintah Kabupaten Muara Enim agar perusahaan bisa kembali memenangkan proyek pengadaan.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap uang tunai Rp500 juta diserahkan oleh pegawai pemasaran PT Millenium Solusi Abadi (MSA), Cory Erin Hardi, kepada Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, Abi Nurwardani, di sebuah hotel di Jakarta pada 6 Juni 2026.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan uang tersebut diberikan agar perusahaan tetap mendapat dukungan dalam proyek-proyek pemerintah daerah di masa mendatang.
“Di balik pemberian tersebut, ada maksud dan tujuan agar pihak swasta dapat menjaga hubungan baik ke depan dengan pemerintah daerah sehingga mereka dapat dimenangkan kembali di proyek-proyek berikutnya,” kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
KPK kaitkan uang dengan proyek Disdikbud Muara Enim 2025
KPK menduga penyerahan uang berkaitan dengan proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2025.
Menurut penyidik, PT MSA merupakan pemasok papan tulis interaktif bagi PT My Icon Technology (MIT), perusahaan yang memenangkan proyek pengadaan di Disdikbud Muara Enim pada 2025.
“PT MIT mendapatkan proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim tahun anggaran 2025,” ujar Taufik.
OTT KPK tangkap 10 orang, empat ditetapkan tersangka
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 8 Juni 2026. Dalam OTT ke-12 sepanjang tahun 2026 itu, KPK menangkap 10 orang, masing-masing lima orang di Jakarta dan lima orang di Sumatera Selatan.
Di antara yang ditangkap terdapat Bupati Muara Enim Edison.
Sehari setelah OTT, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa serta penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2025-2026.
Empat tersangka yang ditetapkan KPK
Edison, Bupati Muara Enim.
Abi Nurwardani (ABN), Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim.
Cory Erin Hardi (CRH), pegawai pemasaran PT Millenium Solusi Abadi.
Adi Triyadi, keponakan Edison.
Abi diduga menerima uang atas perintah Bupati Edison
KPK juga mengungkap bahwa Abi Nurwardani diduga menerima setoran uang dari para rekanan atas perintah Bupati Edison.
“ABN atas perintah EDS selaku Bupati Muara Enim periode 2025-2030, diduga menerima setoran uang dari para rekanan di lingkup Pemkab Muara Enim,” kata Taufik.
Perintah tersebut diduga tidak hanya terkait rekanan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi juga melibatkan dinas-dinas lain di lingkungan Pemkab Muara Enim.
Salah satu penerimaan yang disorot penyidik adalah uang Rp500 juta dari Cory Erin Hardi yang diterima Abi saat pertemuan di hotel di Jakarta pada 6 Juni 2026.
“Dalam pertemuan tersebut, ABN diduga menerima uang tunai sebesar Rp500 juta dari CRH,” ujar Taufik.
KPK masih mendalami aliran dana, keterlibatan pihak lain, serta proyek-proyek pengadaan yang terkait dengan kasus ini.



