Deadline – Veda Ega Pratama resmi naik ke posisi ketiga klasemen sementara Moto3 2026 setelah rival utamanya, Adrian Fernandez dari Leopard Racing, dijatuhi sanksi diskualifikasi dari enam seri balapan musim ini.
Keputusan tersebut diumumkan setelah investigasi teknis menemukan adanya pelanggaran regulasi pada mesin yang digunakan Fernandez. Temuan itu langsung mengubah susunan klasemen dan memberikan dampak besar terhadap persaingan gelar juara dunia Moto3 musim ini.
Veda Ega Pratama menjadi salah satu pembalap yang paling diuntungkan dari keputusan tersebut. Pembalap muda Indonesia yang menjalani musim debut bersama Honda Team Asia kini berhasil menembus tiga besar klasemen sementara, sebuah pencapaian penting dalam kariernya di level kejuaraan dunia.
Hasil investigasi mengungkap bahwa dua mesin milik tim Leopard Racing dengan nomor identifikasi #810 dan #811 telah dibuka tanpa izin resmi. Tindakan tersebut dianggap melanggar regulasi teknis Moto3 yang mengatur durabilitas dan sistem penyegelan mesin selama musim berlangsung.
Otoritas kejuaraan menilai pelanggaran itu cukup serius karena berkaitan langsung dengan aspek teknis yang dapat memengaruhi performa motor. Akibatnya, Adrian Fernandez didiskualifikasi dari enam seri yang telah dijalani, yaitu Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya.
Sebelum sanksi dijatuhkan, Fernandez berada di peringkat ketiga klasemen sementara dan masuk dalam daftar kandidat kuat perebutan gelar juara dunia Moto3 2026. Namun, hukuman tersebut membuatnya kehilangan total 77 poin yang telah dikumpulkan dari enam putaran tersebut.
Kini Fernandez harus turun drastis ke posisi ke-20 klasemen dengan hanya menyisakan 13 poin yang diperoleh dari hasil finis keempat pada seri Italia.
Veda Ega Pratama memanfaatkan situasi tersebut berkat performa konsisten yang ditunjukkannya sepanjang paruh awal musim. Pembalap berusia 17 tahun itu berhasil mencetak podium ketiga pada GP Brasil serta beberapa kali finis di zona poin.
Konsistensi tersebut menjadi modal penting yang membuat Veda mampu terus bersaing dengan para pembalap yang lebih berpengalaman di kelas Moto3. Naiknya posisi Veda ke peringkat ketiga sekaligus menjadi salah satu pencapaian terbaik pembalap Indonesia dalam persaingan kejuaraan dunia balap motor.
Veda Ega Pratama kini memiliki peluang yang semakin terbuka untuk menutup musim sebagai kandidat terkuat peraih gelar Rookie of the Year. Selain itu, posisinya di papan atas klasemen juga membuat peluang bersaing memperebutkan gelar juara dunia tetap terbuka.
Dengan masih banyak seri yang tersisa hingga akhir musim, persaingan Moto3 2026 diperkirakan semakin ketat. Namun, diskualifikasi Adrian Fernandez telah menjadi titik balik penting yang mengubah arah kompetisi dan membuka kesempatan lebih besar bagi Veda Ega Pratama untuk mencetak sejarah baru bagi dunia balap motor Indonesia.



