Deadline – Tawuran pelajar Serang kembali memakan korban. Dua siswa SMP terluka parah setelah diserang menggunakan senjata tajam jenis samurai di Jalan Raya Carenang–Gunung Kaler, Kampung Kidongdong, Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang.
Peristiwa terjadi pada Kamis, 9 April 2026 sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, dua pelajar berinisial MA dan ES, siswa SMPN 2 Carenang, sedang dalam perjalanan pulang sekolah dengan satu sepeda motor.
Di tengah perjalanan, keduanya berpapasan dengan kelompok pelaku yang datang dari arah berlawanan. Tanpa peringatan, salah satu pelaku langsung menyerang.
Serangan berlangsung cepat. Pelaku yang masih berada di atas sepeda motor mengayunkan samurai ke arah korban. Tebasan mengenai kaki kanan MA dan ES hingga menyebabkan luka terbuka serius.
Kedua korban langsung mendapat pertolongan dari keluarga. Setelah itu, mereka dibawa ke RS Bhayangkara Polda Banten untuk penanganan medis. Luka yang diderita cukup parah dan membutuhkan perawatan intensif.
Tawuran pelajar Serang ini langsung ditangani aparat. Tim Unit Reskrim Polsek Carenang bersama Unit PPA Polres Serang bergerak cepat setelah menerima laporan.
Hasil penyelidikan mengarah pada sejumlah pelajar yang diduga terlibat. Pada Jumat sore, 10 April 2026, polisi mengamankan tujuh pelajar di rumah masing-masing di wilayah Kecamatan Kibin dan Binuang, Kabupaten Serang.
Dari hasil gelar perkara, satu pelajar berinisial AB, 16 tahun, ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga sebagai pelaku utama yang melakukan penyerangan menggunakan samurai.
Enam pelajar lainnya masih berstatus saksi. Mereka diwajibkan menjalani wajib lapor untuk kepentingan penyidikan lanjutan.
Kasatreskrim Polres Serang, Andi Kurniady ES, menjelaskan bahwa serangan terjadi secara mendadak. Tidak ada upaya komunikasi sebelum penyerangan dilakukan.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah samurai yang digunakan dalam aksi tersebut. Barang bukti ini menjadi kunci dalam proses hukum yang sedang berjalan.
Kasus ini menambah daftar panjang aksi kekerasan antar pelajar di wilayah Serang. Aparat menegaskan akan terus melakukan penyelidikan untuk memastikan semua pihak yang terlibat diproses sesuai hukum.



