Dewi Perssik Dikabarkan Meninggal Dunia oleh Sejumlah akun Medsos

Deadline – Dewi Perssik dikabarkan meninggal dunia oleh sejumlah akun media sosial. Bahkan beberapa akun membuat siaran langsung dan menyebut penyanyi dangdut Dewi Perssik mengalami kecelakaan lalu meninggal.

Kabar Dewi Perssik meninggal dunia disebarkan secara masif. Dalam beberapa siaran langsung, akun-akun tersebut menampilkan foto Dewi Perssik dengan tulisan bernuansa duka. Mereka menyusun cerita seolah kejadian itu nyata dan terjadi baru-baru ini.

Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Sejumlah akun terlihat bergerak terkoordinasi. Mereka bergantian melakukan siaran langsung dengan topik yang sama. Narasi yang dibangun juga seragam, yaitu kronologi kecelakaan yang disebut merenggut nyawa sang pedangdut.

Dewi Perssik merespons langsung kabar tersebut. Ia mengaku kesal karena penyebaran dilakukan lewat siaran langsung yang menjangkau banyak orang dalam waktu singkat. Menurutnya, konten seperti itu bisa menyesatkan publik.

Ia juga mengungkap pengalaman tidak menyenangkan saat mencoba masuk ke siaran tersebut. Alih-alih mendapat ruang klarifikasi, ia justru dihina oleh akun yang mengundangnya. Di saat yang sama, layar siaran tetap menampilkan foto dirinya dengan narasi duka.

Konten hoaks itu bahkan memuat detail yang dibuat-buat. Para pelaku menyebut kendaraan yang ditumpangi Dewi Perssik mengalami kerusakan parah. Cerita ini disampaikan berulang untuk memperkuat kesan seolah benar terjadi.

Dewi Perssik tidak tinggal diam. Ia mengaku telah mendata sekitar 16 akun media sosial yang terlibat dalam penyebaran kabar tersebut. Data ini menjadi dasar untuk langkah hukum berikutnya.

Baca Juga  Valerie Thomas Jadi Sorotan! Profil Lengkap Bintang Muda Operation Wedding The Series yang Bikin Penasaran

Saat ini, ia tengah berkonsultasi dengan kuasa hukum untuk melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. Langkah ini diambil agar penyebaran informasi bohong bisa dihentikan dan tidak terulang.

Kasus ini menunjukkan pola baru penyebaran hoaks. Siaran langsung digunakan untuk membangun narasi cepat dan luas. Dalam hitungan menit, informasi yang tidak benar bisa dipercaya banyak orang.

Penyebaran kabar duka palsu seperti ini berdampak nyata. Publik bisa panik. Nama baik korban juga dirugikan. Karena itu, setiap informasi perlu dicek sebelum dipercaya atau dibagikan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER