Penyanyi Rossa Somasi Puluhan Akun Media Sosial, Dituding Sebar Fitnah Terorganisir

Deadline – Rossa mengambil langkah tegas. Penyanyi papan atas ini melayangkan somasi kepada puluhan akun media sosial yang diduga menyebarkan fitnah dan mencemarkan nama baiknya.

Langkah hukum ini muncul setelah beredarnya konten yang menuding wajah Rossa merupakan hasil operasi gagal. Tuduhan tersebut dinilai merugikan reputasi dan kariernya.

Kuasa hukum manajemennya, Natalia Rusli, menyebut penyebaran konten tersebut tidak terjadi secara acak. Ia melihat pola yang sama di banyak akun.

“Dari yang saya lihat ini sudah terkoordinir dengan baik,” kata Natalia di kawasan Jakarta Selatan.

Dugaan Serangan Terstruktur

Natalia menilai puluhan akun tersebut menggunakan narasi yang seragam. Ia menemukan kesamaan kalimat yang terkesan seperti template.

Menurutnya, kondisi ini mengarah pada dugaan adanya pihak yang mengatur penyebaran konten. Ia bahkan menyinggung kemungkinan keterlibatan kompetitor.

“Saya duga ini mungkin kompetitor yang tidak menyukai keberadaan Mbak Rossa yang masih eksis,” ujarnya.

Natalia juga menduga ada pihak yang membiayai penyebaran tersebut. Ia menyebut adanya penggunaan juru bicara dan media tertentu yang kerap menjatuhkan reputasi seseorang.

Gunakan Wajah dan Lagu Tanpa Izin

Rossa
Kuasa hukum manajemennya, Natalia Rusli, menyebut penyebaran konten tersebut tidak terjadi secara acak

Kasus ini tidak hanya soal pencemaran nama baik. Tim Rossa juga menyoroti dugaan pelanggaran hak cipta.

Beberapa akun menggunakan wajah dan lagu milik Rossa dalam konten yang dinilai merugikan. Penggunaan ini dilakukan tanpa izin.

Baca  Terungkap? Kasus Andrie Yunus Mandek, TAUD Soroti Dugaan Hambatan Politis

Menurut tim hukum, tindakan tersebut memperparah dampak yang diterima Rossa, baik secara pribadi maupun profesional.

Misi Menjatuhkan Reputasi

Natalia menilai para pemilik akun memiliki tujuan yang jelas. Ia menyebut konten-konten tersebut dibuat untuk menjatuhkan harga diri dan nama baik.

“Pembicara-pembicara di media tersebut memang isinya menjatuhkan reputasi,” tegasnya.

Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa serangan tidak berdiri sendiri. Ada pola dan arah yang sama dalam setiap unggahan.

Siap Tempuh Jalur Hukum

Somasi menjadi langkah awal. Namun tim Rossa membuka kemungkinan untuk melanjutkan ke proses hukum jika tidak ada itikad baik.

Langkah ini diambil untuk memberi efek jera. Rossa ingin publik lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Kasus ini menjadi contoh nyata bahwa konten digital memiliki konsekuensi hukum. Setiap unggahan yang merugikan pihak lain dapat diproses sesuai aturan yang berlaku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERPOPULER