Ketua BK DPRD Jember Sebut Merokok di Ruang Rapat Jadi Hal Biasa

Deadline – Polemik anggota DPRD Jember yang kedapatan bermain gim sambil merokok saat rapat masih terus menjadi sorotan publik. Perdebatan muncul setelah video tersebut viral di media sosial dan memancing berbagai tanggapan dari masyarakat.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Jember, Mohammad Hafidi, akhirnya buka suara terkait polemik tersebut. Ia menegaskan bahwa budaya merokok di Jember tidak bisa disamakan dengan daerah lain di Indonesia.

Menurut Hafidi, rokok dan tembakau sudah menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat Jember sejak lama. Ia menyebut tembakau memiliki hubungan erat dengan sejarah ekonomi masyarakat setempat.

“Ini bukan persoalan apes. Di Jember ini urusan rokok beda dengan daerah lain,” ujar Hafidi, Minggu (17/5/2026).

Hafidi mengatakan dirinya menerima banyak pesan dan telepon dari masyarakat setelah video anggota DPRD Jember, Achmad Syahri Assidiqi, viral karena diduga bermain gim sambil merokok ketika rapat berlangsung.

Menurut dia, sebagian warga mempertanyakan mengapa aktivitas merokok saat rapat dipersoalkan besar-besaran, sementara kegiatan lain seperti minum kopi atau makan ketika rapat selama ini dianggap biasa.

“Di lain pihak masyarakat menyampaikan, apa bedanya merokok dengan menyediakan kopi ketika rapat? Apa bedanya rapat sambil makan-makan?” kata Hafidi.

Ia menilai pandangan masyarakat Jember terhadap rokok memang dipengaruhi faktor budaya dan ekonomi yang telah mengakar selama puluhan tahun. Bagi sebagian warga, tembakau bukan hanya komoditas pertanian, tetapi juga sumber penghidupan masyarakat.

Baca Juga  4 Bocah Tewas Tenggelam di Maros, Kubangan Bekas Tambang Makan Korban dalam Sehari

Hafidi bahkan menyinggung logo resmi Pemerintah Kabupaten Jember yang menggunakan simbol daun tembakau. Menurutnya, hal itu menunjukkan kuatnya keterikatan Jember dengan industri tembakau.

“Yang menggunakan logo daun tembakau itu cuma Jember,” ucapnya.

Selain dikenal sebagai daerah penghasil tembakau, Jember juga memiliki julukan Kota Tembakau. Hafidi menyebut sektor tersebut selama ini membantu kehidupan ribuan warga di daerah tersebut.

“Tembakau di Jember itu mampu menghidupi dan menyekolahkan sekian puluh ribu anak-anak,” imbuhnya.

Karena itu, Hafidi meminta masyarakat tidak melihat polemik merokok saat rapat hanya dari satu sisi. Ia menilai pembahasan soal rokok perlu mempertimbangkan konteks sosial dan ekonomi masyarakat Jember.

“Jangan hanya dilihat dari sisi mudaratnya, tetapi manfaatnya juga ayo kita kaji,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengaku terkejut melihat kebiasaan merokok saat rapat resmi di lingkungan DPRD maupun pemerintah daerah.

Fawait mengatakan selama menjadi anggota DPRD Jawa Timur, dirinya hampir tidak pernah melihat peserta rapat atau sidang paripurna merokok ketika forum berlangsung.

Namun setelah kembali ke Jember sebagai kepala daerah, ia justru mendapati kebiasaan tersebut cukup sering terjadi. Menurutnya, bukan hanya anggota DPRD, tetapi juga sejumlah kepala organisasi perangkat daerah atau OPD yang merokok saat rapat.

“Pas masuk ke Jember itu banyak yang ngerokok. Bukan cuma anggota DPR loh ya, kepala OPD juga banyak yang ngerokok,” ujar Fawait.

Baca Juga  Terbongkarnya Perselingkuhan Istri Kepala Desa dan Anggota DPRD, Jadi Skandal Panas di Cirebon

Ia juga menyinggung viralnya video anggota DPRD Jember yang diduga bermain gim sambil merokok saat rapat. Menurut Fawait, kemungkinan kejadian itu menjadi ramai karena terekam kamera dan menyebar ke publik.

“Jangan-jangan yang merokok karena memang diperbolehkan. Cuma pas lagi apes viral saja,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER