Mackenzie Shirilla Curhat dari Penjara, Takut Tak Bisa Punya Anak Setelah Bebas

Deadline – Mackenzie Shirilla kembali menjadi sorotan setelah isi percakapan teleponnya dari penjara terungkap ke publik. Dalam panggilan yang diperoleh PEOPLE, perempuan berusia 21 tahun itu mengaku takut kehilangan masa depan setelah menjalani hukuman penjara panjang atas kasus kecelakaan maut yang menewaskan dua orang.

Nama Mackenzie Shirilla memang kembali ramai dibahas usai dokumenter Netflix berjudul The Crash dirilis pada 15 Mei lalu. Kasus yang sempat menghebohkan Amerika Serikat itu kini kembali memancing perhatian publik.

Dalam rekaman telepon yang tidak disebutkan tanggalnya, Mackenzie berbicara dengan ibunya, Natalie Shirilla, mengenai kehidupan keras di balik jeruji besi di Penjara Cuyahoga County.

Mackenzie mengaku tidak nyaman hidup di lingkungan penjara. Ia mengatakan tidak ingin berada bersama para tahanan lain yang menurut ibunya dipenuhi pembunuh dan penculik.

Meski begitu, sang ibu mencoba menenangkan putrinya. Natalie mengatakan keluarga mereka sejak awal sudah mengetahui Mackenzie kemungkinan besar harus menjalani hukuman penjara.

Percakapan kemudian berubah menjadi lebih emosional saat Mackenzie mulai membicarakan masa depannya. Ia mengaku takut akan keluar dari penjara dalam usia yang tidak lagi muda.

Mackenzie bahkan mengatakan dirinya khawatir tidak akan bisa memiliki anak atau membangun keluarga setelah bebas nanti.

“Aku merasa ingin hidup jauh dari semua orang. Aku terus berpikir nanti saat keluar penjara aku sudah tua dan mungkin tidak bisa punya anak atau keluarga,” kata Mackenzie dalam rekaman tersebut.

Baca Juga  Politik Kotor Donald Trump di Lapangan Hijau, Paksa FIFA Coret Iran dari Piala Dunia 2026

Ibunya langsung meminta Mackenzie menghentikan pikiran negatif itu. Namun Mackenzie mengaku sulit menghindari ketakutan tersebut.

Saat ini Mackenzie Shirilla sedang menjalani dua hukuman penjara bersamaan dengan vonis 15 tahun hingga seumur hidup. Ia dinyatakan bersalah atas pembunuhan, pembunuhan kendaraan, dan sejumlah dakwaan lain terkait kecelakaan pada Juli 2022.

Kecelakaan itu menewaskan pacarnya yang berusia 20 tahun, Dominic Russo, serta sahabat mereka, Davion Flanagan, yang saat itu berusia 19 tahun.

Jaksa dalam persidangan tahun 2023 menilai Mackenzie sengaja menabrakkan mobil sedan yang dikendarainya ke dinding bata di Strongsville, Ohio, dengan kecepatan hampir 100 mil per jam atau sekitar 160 kilometer per jam.

Jaksa menyebut hubungan Mackenzie dan Dominic saat itu sedang bermasalah. Meski usianya baru 17 tahun ketika kejadian terjadi, Mackenzie tetap diadili sebagai orang dewasa.

Hakim dalam kasus itu bahkan pernah menyebut Mackenzie sebagai “neraka berjalan di atas roda” karena aksi berbahaya yang menyebabkan dua nyawa melayang.

Namun pihak Mackenzie Shirilla dan keluarganya terus membantah tuduhan bahwa kecelakaan itu disengaja. Mereka menegaskan Mackenzie mengalami gangguan medis mendadak sehingga kehilangan kendali atas kendaraan.

Dalam dokumenter Netflix tersebut, Mackenzie juga kembali membantah memiliki niat membunuh.

“Tidak ada niat sama sekali. Aku sangat menyesal untuk Dominic, Davion, dan keluarga mereka,” ujarnya.

Menurut aturan hukum yang berlaku, Mackenzie Shirilla baru akan memenuhi syarat pengajuan pembebasan bersyarat pada tahun 2037.

Baca Juga  Iran Bantah Serangan Rudal ke UEA, Ketegangan Timur Tengah Memanas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER