Viral Kopdes Merah Putih Borong Sembako di Gudang Indomaret, Publik Pertanyakan Nasib UMKM

Deadline – Viral Kopdes Merah Putih menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan armada truk milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mengambil stok sembako di gudang milik PT Indomarco Prismatama atau Indomaret di Surabaya, Jawa Timur.

Video yang diunggah akun TikTok anas_tralala itu langsung memicu perdebatan di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan arah program koperasi desa yang sebelumnya disebut akan memperkuat UMKM dan kemandirian ekonomi desa.

Dalam video tersebut, terlihat beberapa truk beratribut koperasi desa antre mengambil barang kebutuhan pokok dari gudang distributor besar. Kondisi itu dinilai bertolak belakang dengan semangat pemberdayaan usaha kecil di desa.

“Di mana letak membantu UMKM-nya,” tulis seorang warganet.

Komentar serupa juga muncul dari pengguna media sosial lain yang menilai koperasi desa justru masih bergantung pada perusahaan besar untuk distribusi barang pokok.

“Katanya bantu UKM, kok belanja barangnya di pabrik milik grup besar,” ujar warganet lainnya.

Sorotan publik semakin kuat karena Koperasi Desa Merah Putih selama ini dipromosikan sebagai pusat distribusi sembako desa sekaligus penggerak ekonomi lokal. Program tersebut diharapkan mampu menjadi jalur pemasaran produk masyarakat desa dan memperkuat kedaulatan pangan di tingkat desa.

Namun setelah video itu viral, sebagian masyarakat mulai mempertanyakan tingkat kemandirian koperasi jika pasokan barang pokok masih berasal dari jaringan ritel modern dan distributor besar.

Baca Juga  Amarah Jusuf Kalla ke Termul Meledak, PDIP Bongkar “Pengkhianatan” Lama Jokowi

“Kalau koperasi desa masih bergantung penuh pada distributor besar untuk suplai barang pokok, masyarakat jadi bertanya di mana letak kemandiriannya. Publik ingin ada keberpihakan nyata kepada UMKM desa,” tulis komentar warganet.

Meski begitu, tidak semua publik memandang langkah tersebut sebagai masalah. Sebagian masyarakat menilai kerja sama dengan distributor besar merupakan hal biasa dalam sistem distribusi modern.

Menurut mereka, pola kemitraan seperti itu dibutuhkan agar stok kebutuhan pokok di desa tetap tersedia dan harga barang tetap stabil bagi masyarakat.

Secara konsep, program Kopdes Merah Putih memang dirancang untuk membantu pelaku usaha kecil desa melalui akses distribusi, permodalan, dan pemasaran berbasis komunitas.

Menanggapi polemik yang berkembang, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih tidak bertujuan menyaingi jaringan ritel modern seperti Alfamart maupun Indomaret.

Budi mengaku telah bertemu Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto untuk membahas pengembangan koperasi desa tersebut.

Menurut Budi, tujuan utama KDMP adalah mendekatkan jalur distribusi barang kepada masyarakat desa sekaligus memberdayakan ekonomi lokal.

“Ingin lebih dekat distribusinya kepada konsumen yang ada di desa. Ini kesempatan bagus untuk berkolaborasi dengan minimarket, distributor untuk menyalurkan produknya melalui KDMP,” kata Budi.

Ia juga menyebut pola distribusi tersebut mirip dengan sistem yang selama ini digunakan toko kelontong, di mana distributor besar memasok kebutuhan pokok untuk dijual kembali kepada masyarakat.

Baca Juga  Video Amien Rais Curigai Kedekatan Prabowo dengan Seskab Teddy Picu Kegaduhan Publik

Selain menjual sembako, Budi menilai KDMP juga bisa berkembang menjadi pusat kebutuhan masyarakat desa dengan menyediakan alat pertanian, pupuk, hingga obat-obatan.

Ringkasan Berita

Video truk Koperasi Desa Merah Putih mengambil sembako di gudang Indomaret viral di media sosial dan memicu kritik publik. Warganet mempertanyakan komitmen koperasi desa dalam membantu UMKM karena distribusi barang masih bergantung pada perusahaan besar. Namun sebagian masyarakat menilai kerja sama dengan distributor modern diperlukan untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga. Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan KDMP tidak bertujuan menyaingi ritel modern, melainkan memperkuat distribusi barang dan ekonomi desa melalui pola kolaborasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER