Donald Trump Dicurigai Rilis Dokumen UFO untuk Tutupi Skandal Epstein dan Konflik Iran

Deadline – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah Pentagon merilis dokumen rahasia terkait UFO atau Unidentified Anomalous Phenomena (UAP). Dokumen yang disebut belum pernah dipublikasikan itu langsung menarik perhatian publik Amerika.

Namun reaksi yang muncul tidak sepenuhnya positif. Di media sosial, banyak pihak justru menilai pengungkapan dokumen UFO itu hanya strategi pengalihan isu dari masalah besar yang sedang menekan pemerintahan Donald Trump.

Isu yang ramai disorot mulai dari berkas kasus Jeffrey Epstein, konflik Iran, hingga kondisi ekonomi Amerika Serikat yang disebut makin berat bagi masyarakat.

Kritik keras datang dari Marjorie Taylor Greene. Politikus Partai Republik itu secara terbuka menyindir langkah pemerintahan Trump melalui akun X miliknya.

Greene menyebut publikasi dokumen UFO sebagai “shiny object propaganda” atau propaganda pengalih perhatian. Menurutnya, masyarakat seharusnya lebih fokus pada persoalan nyata yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga Amerika.

Ia menyinggung kenaikan harga kebutuhan pokok, harga bahan bakar, keterlibatan Amerika dalam konflik luar negeri, hingga berkas Epstein yang menurutnya belum dibuka sepenuhnya ke publik.

“Administrasi paling transparan dalam sejarah masih belum merilis semua file Epstein,” tulis Greene dalam unggahannya.

Greene juga menyoroti harga bensin di Amerika Serikat yang disebut telah menembus lebih dari 4,50 dolar AS per galon. Ia mengaitkan kenaikan itu dengan konflik luar negeri yang kembali menyeret Amerika Serikat.

Baca Juga  Patung Yesus Dihancurkan Tentara Israel, Kemarahan Global Meledak

Di sisi lain, Trump membela langkah pemerintahannya. Melalui platform media sosial Truth Social, ia mengatakan pelepasan arsip Pentagon dilakukan demi “transparansi penuh dan maksimal” kepada publik Amerika.

Salah satu dokumen yang paling menyita perhatian berasal dari misi Apollo 11 Moon Landing tahun 1969.

Dalam transkrip pengarahan usai pendaratan di Bulan, astronaut Buzz Aldrin disebut melihat fenomena tidak biasa selama perjalanan luar angkasa.

Pentagon juga membuka transkrip misi Apollo 17. Pilot Ronald Evans melaporkan adanya partikel sangat terang yang melintas dekat wahana antariksa mereka.

Sementara astronaut Harrison Schmitt menggambarkan fenomena itu seperti “perayaan kembang api Fourth of July” dari jendela pesawat luar angkasa.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyatakan dokumen UAP tersebut baru bagian awal dari arsip yang akan dirilis bertahap dalam waktu mendatang.

Meski demikian, kritik di media sosial terus bermunculan. Banyak warganet menganggap isu UFO sengaja dimunculkan untuk mengalihkan perhatian publik dari tekanan ekonomi dan kontroversi politik yang sedang memanas di Amerika Serikat.

Sejumlah meme bertema “pengalihan isu UFO” bahkan viral di platform X. Sebagian pengguna menilai masyarakat lebih peduli terhadap mahalnya kebutuhan sehari-hari dibanding pembahasan makhluk luar angkasa.

Komentar pedas juga datang dari Tim Dillon. Dalam podcast miliknya, Dillon menilai pemerintahan Trump seperti ingin membuat publik panik dan bingung.

Baca Juga  Skandal Sugar Daddy Julia Varvaro: Pejabat Kontraterorisme AS Ini Akhirnya Diskors

“Terlepas benar atau tidak, mereka mencoba membuat orang ketakutan dan kehilangan akal sehat,” ujarnya.

Di tengah derasnya kritik, sebagian pengguna media sosial justru melihat sisi hiburan dari rilis dokumen Pentagon tersebut.

Nama sutradara Steven Spielberg ikut diseret dalam perbincangan. Warganet menyebut Spielberg menjadi pihak yang paling diuntungkan karena film UFO terbarunya berjudul Disclosure Day dijadwalkan tayang bulan depan.

Menurut mereka, pengungkapan dokumen Pentagon secara tidak langsung menjadi promosi gratis bagi film bertema alien dan UFO tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER