Deadline – Insiden patung Yesus dihancurkan tentara Israel memicu reaksi keras. Foto yang beredar luas memperlihatkan seorang prajurit memukul patung Yesus Kristus dengan palu di Lebanon selatan.
Gambar itu pertama kali diunggah jurnalis Palestina, Younis Tirawi, di platform X. Foto tersebut cepat menyebar dan menimbulkan kekhawatiran soal keamanan situs keagamaan di wilayah konflik.
Insiden patung Yesus terjadi di pinggiran kota Dibil. Wilayah ini merupakan komunitas Kristen di Distrik Bint Jbeil, dekat perbatasan Lebanon dan Israel. Halaman resmi kota Dibil ikut membagikan foto tersebut. Mereka menyertakan kutipan Alkitab: “Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.”
Militer Israel mengakui keaslian gambar itu. Dalam pernyataan resmi, IDF menyebut tindakan prajurit tersebut tidak sesuai dengan nilai yang dijunjung pasukan. Kasus ini kini diselidiki oleh Komando Utara.
Militer menyatakan proses penanganan berjalan melalui jalur komando. Mereka juga memastikan akan mengambil tindakan terhadap pihak yang terlibat setelah penyelidikan selesai. Selain itu, personel disebut membantu masyarakat untuk memulihkan patung yang rusak.
IDF menegaskan tidak memiliki niat merusak infrastruktur sipil. Pernyataan itu mencakup bangunan umum dan simbol keagamaan.
Reaksi keras muncul dari Amerika Serikat. Mantan anggota Kongres dari Partai Republik, Marjorie Taylor Greene, mengkritik insiden tersebut melalui media sosial. Ia menyinggung hubungan bantuan militer dan dana dari AS ke Israel.
Komentar serupa datang dari mantan anggota parlemen AS, Matt Gaetz. Ia menyebut gambar itu sebagai sesuatu yang mengerikan.
Insiden patung Yesus ini menambah daftar serangan terhadap situs Kristen dalam konflik kawasan. Pada 2023, serangan udara Israel menghantam bangunan di dekat Gereja Ortodoks Yunani Santo Porphyrius di Gaza. Peristiwa itu menewaskan 18 orang.
Pada 2025, pecahan peluru dari tank Israel merusak Gereja Keluarga Kudus di Gaza. Tiga orang dilaporkan tewas dalam kejadian tersebut. Gereja ini merupakan satu-satunya gereja Katolik di wilayah Palestina.
Kasus di Dibil memperkuat sorotan terhadap perlindungan tempat ibadah di zona konflik. Foto yang beredar menjadi bukti visual yang sulit diabaikan dan langsung memicu tekanan publik internasional.



