Deadline – Skandal sugar daddy menyeret nama Julia Varvaro Pejabat kontraterorisme yang diangkat pada era Donald Trump itu kini diskors dari jabatannya.
Julia Varvaro, 29 tahun, menjabat sebagai Deputy Assistant Secretary for Counterterrorism di Department of Homeland Security. Ia ditempatkan dalam status cuti administratif setelah muncul dugaan keterlibatan dalam praktik hubungan berbasis finansial.
Kasus ini bermula dari laporan seorang pria bernama Robert B. Ia mengajukan keluhan resmi ke DHS dan menyebut Varvaro memiliki profil di situs kencan “Seeking” dengan nama “Alessia”.
Robert mengaku mengenal Varvaro melalui aplikasi Hinge. Hubungan mereka berlangsung beberapa bulan. Selama itu, ia mengklaim telah menghabiskan sekitar 40.000 dolar AS.
Pengeluaran tersebut mencakup perjalanan ke Aruba, Italia, San Diego, dan South Carolina. Ia juga menyebut biaya untuk perhiasan dan belanja mewah.

Dalam pengaduannya, Robert menegaskan ia tidak menginginkan hubungan berbasis transaksi. Namun ia menilai pola hubungan tersebut menunjukkan indikasi berbeda.
Ia juga mengklaim Varvaro pernah mengatakan biaya kuliahnya ditanggung oleh “sugar daddy”. Selain itu, ia menyebut koleksi perhiasan Varvaro berasal dari hubungan serupa.
Robert menyoroti dugaan tekanan finansial yang dialami Varvaro. Ia menilai kondisi itu berpotensi menjadi risiko keamanan, mengingat posisi strategisnya di bidang kontraterorisme.
Varvaro membantah semua tuduhan. Ia menyatakan perjalanan yang dilakukan adalah bagian dari hubungan pribadi yang sah.
“Saya tidak tahu bahwa pergi berlibur dengan pacar itu adalah hal yang salah. Kami berada dalam hubungan eksklusif,” ujarnya kepada media.
Ia juga membantah memiliki profil di situs “Seeking”. Namun laporan media menyebut adanya deskripsi profil yang diduga terkait dirinya.
Seorang sumber internal di DHS menyebut Varvaro tidak lagi menjalankan tugas selama proses investigasi berlangsung. Penyelidikan masih berjalan dan belum ada kesimpulan resmi.
Kasus ini muncul di tengah sorotan terhadap isu lain di lingkungan DHS pada bulan yang sama. Namun hingga kini belum ada bukti yang mengaitkan kedua kasus tersebut.



