Abu Janda Sebut Umat Islam Sumbar dan Jabar Barbar, Publik Murka

Deadline – Pernyataan Permadi Arya alias Abu Janda kembali memicu polemik nasional. Kali ini, ucapan yang menyebut umat Islam di Sumatera Barat dan Jawa Barat “banyak yang barbar” memancing amarah publik dan menuai kritik dari berbagai kalangan.

Video pernyataan Abu Janda tersebut beredar luas di media sosial. Banyak warganet menilai narasi itu terlalu menggeneralisasi masyarakat di dua daerah yang dikenal memiliki basis umat Islam besar di Indonesia.

Ucapan itu diduga disampaikan Abu Janda dalam sebuah pertemuan di acara keagamaan. Potongan video kemudian viral dan memicu gelombang komentar keras dari masyarakat.

Nama Permadi Arya memang kerap menjadi sorotan publik. Sosok yang dikenal aktif di media sosial itu sering memancing kontroversi lewat pernyataan yang dianggap provokatif dan menyinggung kelompok tertentu.

Pada Maret 2026, Permadi Arya sempat menjadi perhatian nasional usai terlibat perdebatan panas dalam program televisi nasional. Insiden tersebut berakhir dengan dirinya diminta keluar dari studio saat acara masih berlangsung secara langsung.

Kontroversi terbaru ini kembali menambah daftar panjang polemik yang pernah menyeret namanya ke ruang publik dan jalur hukum.

Profil Singkat Abu Janda

Permadi Arya memiliki nama asli Heddy Setya Permadi. Ia lahir di Cianjur, Jawa Barat, pada 14 Desember 1973.

Sebelum dikenal sebagai influencer politik dan pegiat media sosial, ia berkarier di berbagai sektor industri. Ia pernah bekerja di perusahaan sekuritas, perbankan swasta, hingga industri pertambangan batu bara dalam periode 1999 hingga 2015.

Baca Juga  Isu Letkol Teddy Viral: Cuitan Lama Tahun 2013 Picu Tuduhan Sensitif

Namanya mulai dikenal luas pada Pilpres 2019. Saat itu ia aktif mendukung Presiden Joko Widodo dan kerap membuat konten di media sosial terkait isu radikalisme dan pluralisme.

Pendidikan Abu Janda

Di balik gaya komunikasinya yang keras dan ceplas-ceplos, Permadi Arya memiliki latar pendidikan luar negeri.

Ia tercatat lulus Diploma Ilmu Komputer dari Informatics IT School Singapura pada 1997.

Kemudian ia melanjutkan pendidikan Sarjana Business and Finance di University of Wolverhampton, Inggris, dan lulus pada 1999.

Latar pendidikan itu menjadi bekalnya sebelum akhirnya aktif penuh sebagai aktivis digital sejak 2015.

Pernah Dikabarkan Jadi Komisaris Anak Usaha BUMN

Pada pertengahan 2025, Abu Janda sempat dikabarkan diangkat menjadi komisaris di salah satu anak usaha BUMN jalan tol.

Kabar tersebut memicu kritik dari netizen yang mempertanyakan kompetensinya. Abu Janda saat itu meminta doa agar dapat menjalankan amanah dengan baik.

Deretan Kontroversi Abu Janda

Sepanjang kiprahnya di media sosial, Abu Janda beberapa kali dilaporkan ke aparat penegak hukum akibat pernyataannya.

1. Kasus “Islam Arogan”

Pada awal 2021, Abu Janda sempat membuat pernyataan bahwa “Islam adalah agama arogan”. Pernyataan tersebut memicu kemarahan sejumlah organisasi masyarakat Islam dan membuatnya diperiksa Bareskrim Polri.

2. Dugaan Rasisme terhadap Natalius Pigai

Ia juga pernah dilaporkan terkait dugaan ujaran rasisme terhadap Natalius Pigai.

Baca Juga  Bocor di Sidang DPR! Suara “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi” Tertangkap Mikrofon Saat Prabowo Usai Pidato

Cuitan yang menyinggung fisik Pigai dinilai melampaui batas kebebasan berpendapat dan dianggap mengandung unsur kebencian berbasis ras.

3. Konflik dengan Tokoh Agama

Abu Janda juga dikenal sering berseteru dengan sejumlah tokoh agama seperti Felix Siauw dan almarhum Tengku Zulkarnain.

Ia kerap mengaku membela pluralisme, namun gaya komunikasinya sering dianggap provokatif oleh pihak yang berseberangan.

4. Diusir dari Acara TV Nasional

Pada Maret 2026, Abu Janda terlibat debat panas dalam program “Rakyat Bersuara” di salah satu televisi swasta.

Perdebatan terkait konflik Timur Tengah itu memanas hingga Abu Janda disebut mengeluarkan makian kepada akademisi dan pakar hukum. Moderator kemudian meminta dirinya keluar dari studio.

5. Kasus Video Jusuf Kalla

Kasus lain yang menyeret nama Abu Janda adalah dugaan penyebaran potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.

Abu Janda bersama beberapa tokoh lain dilaporkan terkait dugaan penghasutan, penyebaran berita bohong, dan pelanggaran UU ITE.

Laporan itu dipicu oleh unggahan potongan video ceramah Jusuf Kalla di Masjid Universitas Gadjah Mada yang dianggap tidak utuh dan berpotensi memicu provokasi.

Kasus tersebut dilaporkan oleh kelompok Persatuan Pemuda Mahasiswa Timur Raya ke Polda Metro Jaya dan oleh gabungan 40 organisasi masyarakat Islam ke Bareskrim Polri.

Jusuf Kalla mengecam keras narasi dan pemotongan video tersebut. Ia menilai penyebaran video yang tidak utuh dapat memicu perpecahan di masyarakat.

Baca Juga  Tabrakan Kereta Api di Bekasi Timur: KRL Ringsek Dihantam KA Jarak Jauh, Penumpang Panik Berhamburan

Kontroversi demi kontroversi membuat Abu Janda terus menjadi figur yang memancing pro dan kontra di tengah publik Indonesia. Sebagian menilai dirinya sebagai pembela pluralisme, sementara sebagian lain menganggap gaya komunikasinya terlalu provokatif dan memecah belah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER