Ledakan Bom Gereja Intan Jaya Memakan Korban Jiwa, Luter Nabelau Meninggal

Deadline – Duka kembali menyelimuti Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Korban ledakan bom di halaman Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Distrik Agisiga, akhirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Karitas Mimika, Timika.

Korban meninggal diketahui bernama Luter Nabelau. Ia sebelumnya mengalami luka berat akibat ledakan bom misterius yang terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026, saat area gereja sedang dipenuhi aktivitas jemaat.

Ledakan tersebut menyebabkan empat warga mengalami luka serius akibat serpihan dan benturan material ledakan. Seluruh korban kemudian dievakuasi menggunakan jalur udara ke Timika karena fasilitas medis di Intan Jaya dinilai terbatas untuk penanganan operasi intensif.

Kabar meninggalnya Luter Nabelau dikonfirmasi langsung oleh anggota DPRK Kabupaten Intan Jaya dari Fraksi Gabungan sekaligus Komisi C, Simson Weya, pada Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut Simson, Luter sempat menjalani masa kritis selama beberapa hari sebelum akhirnya meninggal dunia di RS Karitas Mimika.

“Warga dievakuasi ke Timika untuk menjalani perawatan medis. Namun satu orang meninggal dunia atas nama Bapak Luter Nabelau, sementara tiga orang lainnya masih menjalani perawatan,” ujar Simson Weya.

Simson juga menegaskan bahwa almarhum merupakan masyarakat sipil dan tidak memiliki kaitan dengan kelompok bersenjata yang selama ini berkonflik di wilayah Intan Jaya.

Ia menjelaskan bahwa Luter Nabelau merupakan aparat kampung yang bertugas sebagai Kaur Sosial Kampung Danggoa, Distrik Agisiga.

Baca Juga  Prabowo Kaget! Ekonomi Indonesia Tumbuh 35 Persen Tapi Kemiskinan Justru Naik

“Beliau bukan bagian dari kelompok bersenjata. Almarhum adalah masyarakat sipil dan aparat kampung yang bertugas di bidang Kaur Sosial Kampung Danggoa, Distrik Agisiga,” katanya.

Peristiwa ledakan bom ini sebelumnya dikonfirmasi Pastor Dekan Dekanat Moni–Puncak Jaya, RP Yanuarius Yance Yogi. Ia menyebut ledakan terjadi secara tiba-tiba di depan halaman gereja dan langsung memicu kepanikan di tengah jemaat.

Empat korban dilaporkan terjatuh dengan luka cukup serius akibat ledakan tersebut. Hingga kini, tiga korban lainnya masih menjalani perawatan medis di RS Karitas Mimika.

Insiden ini kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap situasi keamanan di Intan Jaya yang kerap diwarnai konflik bersenjata.

Simson Weya meminta seluruh pihak yang bertikai, baik aparat keamanan TNI-Polri maupun kelompok OPM/TPNPB, agar tidak menjadikan masyarakat sipil sebagai korban konflik.

Ia juga meminta tempat ibadah dan kawasan permukiman warga dijauhkan dari aktivitas bersenjata.

“Rakyat kecil tidak tahu apa-apa, tetapi justru mereka yang sering menjadi korban. Ini yang sangat kami sesalkan,” tegasnya.

Simson berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di wilayah Intan Jaya, terutama yang melibatkan warga sipil, jemaat gereja, perempuan, anak-anak, dan aparat kampung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER