Dokter Siak Bunuh Diri, Polisi Ungkap Dugaan Terlilit Pinjol dan Pesan Terakhir untuk Istri

Deadline – Siak kembali dihebohkan dengan terungkapnya fakta baru dalam penyelidikan kematian dr. Alex Cristo Loris. Kepolisian memastikan dokter tersebut meninggal dunia akibat bunuh diri setelah melalui rangkaian penyelidikan ilmiah yang melibatkan autopsi, laboratorium forensik, digital forensik, hingga psikologi forensik.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan seluruh hasil penyelidikan tidak menemukan bukti yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Kesimpulan itu diperoleh setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Riau, analisis digital, serta pemeriksaan psikologi forensik.

Menurut polisi, penyebab kematian korban merupakan akibat dari perbuatannya sendiri. Seluruh alat bukti yang dikumpulkan menguatkan kesimpulan tersebut.

Salah satu temuan penting berasal dari pemeriksaan telepon genggam korban. Penyidik menemukan sebuah pesan yang belum sempat terkirim kepada istrinya dengan isi, “Maaf sayang, aku udah enggak tertolong lagi.”

Selain pesan tersebut, polisi juga menemukan riwayat percakapan yang mengindikasikan korban memiliki persoalan utang pinjaman online atau pinjol. Penyidik turut menemukan indikasi penggunaan uang dalam jumlah besar untuk suatu aktivitas tertentu.

Tidak hanya itu, polisi juga menemukan catatan pribadi milik korban yang masih terkunci menggunakan sistem keamanan perangkat. Hasil pemeriksaan psikologi forensik semakin menguatkan adanya tekanan psikologis yang dialami korban sebelum meninggal dunia.

Berdasarkan hasil penyelidikan, korban diduga mengalami akumulasi berbagai tekanan. Tekanan tersebut meliputi persoalan finansial, beban menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), hingga tanggung jawab terhadap keluarga.

Sebagai peserta PPDS Anestesi, korban diketahui memiliki pengetahuan serta akses terhadap obat-obatan anestesi. Polisi menduga pengetahuan tersebut digunakan korban dalam aksi bunuh dirinya.

Korban sebelumnya ditemukan dalam posisi terlentang di semak belukar yang berada sekitar lima meter dari pagar luar RSUD Tengku Rafian Siak.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan tas milik korban yang berisi perlengkapan medis. Barang-barang tersebut meliputi stetoskop, obat anestesi Propofol, ampul Lidocaine, spuit berisi Fentanyl Citrate dan Rocuronium Bromide, serta sejumlah jarum suntik.

Rekaman kamera pengawas dari dua lokasi juga menjadi bagian penting dalam penyelidikan. CCTV memperlihatkan korban berjalan seorang diri menuju lokasi pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia. Polisi memastikan tidak ada orang lain yang mendampingi ataupun mengikuti korban hingga ke tempat kejadian.

Hasil autopsi menemukan bekas suntikan pada punggung tangan kiri korban yang diduga menjadi jalur masuk obat Rocuronium ke dalam tubuh.

Pemeriksaan toksikologi juga menemukan kandungan Rocuronium pada sampel darah, urine, dan ginjal korban. Tim dokter forensik menyimpulkan korban meninggal akibat efek Rocuronium yang menyebabkan kelumpuhan total otot pernapasan hingga mengalami asfiksia atau mati lemas.

Polisi menegaskan memar di kepala bukan penyebab kematian. Sementara luka-luka lain yang ditemukan dipastikan merupakan luka pascakematian akibat aktivitas serangga.

Temuan tersebut diperkuat oleh hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Riau. Uji DNA menunjukkan bercak darah pada jarum suntik identik dengan DNA korban. Hasil itu mengindikasikan jarum suntik tersebut digunakan sendiri oleh korban dan mengandung Rocuronium.

Selama proses penyelidikan, Satreskrim Polres Siak memeriksa 14 orang saksi yang terdiri dari petugas keamanan, rekan kerja, tenaga medis, keluarga korban, hingga ahli farmakologi.

Berdasarkan seluruh alat bukti, keterangan saksi, hasil autopsi, laboratorium forensik, digital forensik, serta psikologi forensik, Polres Siak memastikan tidak ditemukan bukti keterlibatan pihak lain dalam kematian dr. Alex Cristo Loris.

Kapolres Siak juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan serta menghormati privasi keluarga yang sedang berduka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Teratas

spot_img

TERPOPULER

Â